Contoh Pemimpin Yang Rendah Hati

<

Suatu saat saya melihat seseorang memungut sampah tissue di sebuah mall. Jika tindakan ini dilakukan oleh Cleaning Service, tentu hal biasa. Tetapi hal ini dilakukan oleh seorang pria muda rapi dan berdasi. Siapa gerangan sang pemuda itu? Saya mencoba mengikutinya karena penasaran, ternyata dia menuju ke mobil mewah yang sedang menunggunya. dia pergi begitu saja. Kesempatan untuk mengenal sang pemuda menjadi sirna.

Suatu hari saya berkunjung ke suatu perusahaan untuk urusan bisnis. Ternyata yang menemui saya sang pemuda pemungut sampah tersebut. Mengagetkan tentunya. Seorang pemuda yang santun, tegas sekaligus rendah hati di depan saya. Ternyata dia seorang pemimpin perusahaan. Pembicaraan kami tidak sekadar tentang bisnis, tetapi melebar ke masalah politik, sosial hingga mendarat ke masalah spiritual. Tidak ada kesan dia mengajarkan suatu ajaran agama, tetapi sang pemuda memiliki kemampuan memengaruhi orang lain untuk setuju kepada dia terkait nilai-nilai hidup dan budi pekerti yang diajarkan oleh orang tuanya. Sungguh luar biasa !

Dalam dunia kerja, sepertinya langka menemukan orang yang baik, tetapi di tengah-tengah dunia usaha dan profesional ternyata cukup banyak orang yang memiliki karakter dan integritas yang baik seperti sang pemuda pemungut sampah.

Disadari atau tidak, sang pemuda pemungut sampah memiliki peranan Imam dan Raja, dalam kesehariannya sebagai profesional. Dalam dunia kerja peranan Imam dilakoni bukan dalam pelayanan mimbar, melainkan dalam perilaku baik dan benar melalui karakter yang positif dan berintegritas. Orang-orang di sekelilingnya merasakan kehangatan kasih Kristus, pengayoman dan damai sejahtera.

Peranan sebagai Raja tercermin sebagai pemimpin yang bertanggung jawab. Sang pemuda memiliki daya sebagai orang yang memiliki otoritas, mengelola kelompok kerjanya menuju sasaran perusahaan dengan motivasi yang tinggi. Kemajuan perusahaan tak lepas dari kerja sama tim yang harmonis, saling percaya dan menghormati. Disertai tuntunan Tuhan di dalamnya.

READ  Gen Z Cenderung Tidak Melihat Konflik Antara Iman & Sains

Tentunya Bapa di Surga sangat bangga jikalau memiliki anak-anak dalam dunia kerja seperti sang pemuda pemungut sampah tersebut. Kepeduliannya terhadap lingkungan tidak diperlihatkan saat dalam ruang ibadah saja, tetapi di lingkungan masyarakat luas. Sikap baik, sopan dan beretika tidak hanya dilakukan saat menjadi penyambut tamu di gereja, melainkan juga tatkala berkomunikasi dengan bawahan, pembantu maupun siapa saja di luar gereja. Semuanya merupakan gaya hidup yang wajar. Kalau kita mau kita pasti bisa. Apalagi kita mengandalkan Tuhan, bersama Tuhan kita pasti bisa.

 

Antonius Natan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*