Luhut Panjaitan Mewanti-Wanti Jangan Sepelekan Gejala Omicron

<

Menko Luhut Panjaitan mewanti-wanti jangan menyepelekan gejala ringan dari Omicron. Dengan laju penularan yang cepat dan kasus harian yang tinggi, tak urung pasien rawat inap karena Omicron pun menjadi lebih besar dari Delta dan secara absolut angka kematiannya pun lebih tinggi.

Jakarta, legacynesw.id – Gelombang baru Covid-19 sudah terlihat di depan mata dan dia sedang  merayap naik. Pemerintah meyakini, varian Omicron adalah penggeraknya. Kasus baru harian positif Covid-19 nasional sudah mulai bergerak di atas angka 1.000 dan sebagian besar terjadi di wilayah DKI Jakarta, dengan catatan bahwa angka transmisi lokal  sudah melampaui kasus impor (imported case) yang terbawa para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

‘’Ini alarm bagi kita semua, agar kita kembali awas dalam menghadapi varian baru Covid-19,’’ ujar  Menko Luhut Binsar Pandjaitan, dalam keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas tentang Covid-19 secara online, dan dipimpin langsung Presiden Joko Widodo, Minggu (16/1/22). Ia menyatakan, kasus harian itu akan terus meningkat sampai ke puncaknya, yang diperkirakan akan tiba di antara pertengahan Februari hingga awal Maret 2022.

Langkah-langkah mitigasi akan disiapkan untuk menahan agar puncak gelombang ke-3 Covid-19 di Indonesia tidak harus menjulang terlalu tinggi. Penegakan protokol kesehatan, tutur Menko Luhut,  akan digalakkan lagi di tengah masyarakat. Akselerasi vaksinasi akan dilanjutkan, termasuk booster untuk kelompok rentan. ‘’Tapi, pembatasan mobilitas akan menjadi opsi terakhir,’’ ujarnya.

Bukti-bukti di lapangan terlihat nyata. Klaster Omicron muncul di RW 2 Krukut, Tamansari, Jakarta Barat. Sampai Sabtu 15 Januari 2022, ada 67 orang dari klaster tersebut yang telah terkonfirmasi positif  Covid-19, yang  diduga kuat dari varian Omicron. Mereka diperkirakan tertular dari orang yang pertama teridentifikasi positif Omicron pada 10 Januari 2022. Yang bersangkutan itu diduga telah tertular sejak akhir Desember 2021.

READ  Omicron Justru Bisa Menyingkirkan Delta Yang Berbahaya

Penularan lokal tak terhindarkan hingga mencapai 67 orang dan masih mungkin terus bertambah. Sebanyak 52 orang telah diisolasi dan dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, dan selebihnya menjalani isolasi mandiri. Untuk membatasi penyebarannya, ada 14  RT di Krukut yang menjalani penguncian wilayah berskala mikro (micro lockdown). Warga diminta untuk tinggal di rumah masing-masing. Akses keluar masuk wilayah Krukut ditutup.

Menko Luhut Pandjaitan mengakui, meski sebagian besar masih berkutat di Jakarta, bibit Omicron diketahui telah pula menyebar ke Tangerang Selatan, Bogor, Bandung, Madiun, Malang, Surabaya, dan di luar Jawa ada di Medan. Kasus positif aktif Covid-19 sendiri secara nasional terus meningkat, dari 4.399 kasus pada 1 Januari menjadi 8.463 kasus pada 15 Januari 2022. Naik 92 persen.

Kasus aktif terbesar ada di DKI Jakarta, hal yang tak terelakkan karena dikontribusikan kasus impor dari PPLN yang dikarantina dan dirawat di Jakarta. Kontribusi daerah luar Jawa-Bali terhadap kasus positif aktif  nasional saat ini sekitar 23 persen.

Tak diketahui secara persis porsi kasus Omicron dari 8.463 kasus positif aktif yang ada, karena tidak semua kasus dilakukan pemeriksaan genomiknya. Namun, dalam kesempatan konferensi pers usai rapat terbatas kabinet pada Minggu itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kasus Omicron di Indonesia yang terpantau lebih dari 500 kasus, dan 300-an sudah sembuh. Tidak ada laporan kasus kematian dari Omicron di Indonesia sejauh ini.

Dari semua pasien Omicron itu hanya tiga orang yang dalam perawatannya memerlukan bantuan oksigen. ‘’Itu pun bantuan oksigen biasa, bukan ventilator. Jadi, gejalanya cukup ringan. Dua orang dari tiga pasien itu pun sudah sembuh dan pulang ke rumahnya,’’ kata Menkes.

READ  Pelatihan Digital Leadership Academy Ciptakan SDM Unggulan

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*