Nusa Tenggara Timur Sentra Industri Bambu Olahan Tingkat Nasional

Nusa Tenggara Timur adalah sentra industri bambu olahan tingkat nasional. Produk bambu NTT dan olahannya per hari sebesar 20 ton. Potensi lahan ditanami bambu mencapai 40.000 hektare di 22 kabupaten/kota.

Jakarta, legacynews.id – Gemulai melambai rumpun pohon satu ini jika tertiup angin sepintas mirip gerak lentur penari pendet. Di balik kelenturannya, tanaman bambu dengan batang berongga kosong dan kerap dijumpai ketika masuk ke belantara hutan tersebut memiliki sejumlah keunggulan.

Anggota keluarga rumput-rumputan ini merupakan spesies tanaman paling cepat pertumbuhannya. Karena ia mempunyai sistem rhizoma dependen unik. Dalam sehari tanaman bernama lain buluh itu mampu tumbuh hingga sepanjang 60 sentimeter atau lebih, bergantung tingkat kesuburan tanah dan iklim di mana tanaman ini tumbuh.

Secara ekologis, aur, nama lain bambu, dapat menjadi solusi dan sekutu tangguh terhadap ancaman lingkungan dan dampak perubahan iklim. Bambu berperan penting dalam restorasi lahan melalui daya adaptasi jenis tanamannya, pendekatan lanskap, dan keberadaanya dalam ekosistem berkelanjutan.

Hasil penelitian pakar etnobiologi Wawan Sujarwo memperkuat hal tersebut. Kepala Kelompok Penelitian Etnobiologi Pusat Penelitian Biologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini menyebutkan bahwa bambu merupakan tanaman serbaguna. Akarnya panjang menghujam tanah dan berserabut serta memiliki banyak rongga. Sehingga mampu menyerap air lebih banyak dan menyimpannya di dalam akar.

Lewat rupa akar seperti di atas, bambu dapat memegang tekstur dan struktur tanah dengan sangat baik pada lahan miring sekalipun. Ini membuat tanah aman dari bahaya longsor dan dapat mengendalikan erosi. Demikian dikatakan doktor analisis ekosistem dari Università degli Studi di Roma Tre, Roma, Italia, dalam sebuah itu diskusi terkait bambu yang diadakan oleh KLHK di Jakarta, beberapa waktu lalu.

READ  Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Daerah Status PPKM Level 1-3

Wawan mengatakan, rumpun bambu mampu menyimpan air antara 360–391,2 meter kubik (m3) air. Dalam sebuah studi di Kebun Raya Bali, alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada itu menemukan fakta unik pada rumpun bambu jenis betung (Dendrocalamus asper). Dengan usia lima tahun serta 15-20 batang tiap rumpun diikuti tinggi batang rata-rata 15 meter dan diameternya 10–15 sentimeter, akar bambu ini sanggup menyimpan 360 m3 air. Sedangkan batangnya dapat mengkonservasi air sebanyak 391,224 m3 tiap rumpun.

International Bamboo and Rattan Organization (INBAR) menyebutkan, bambu memiliki kemampuan tinggi untuk menyimpan karbon dioksida. Daya serapnya hingga 100-400 ton dalam tiap m3 batang bambu per tahun. Bahkan pakar bambu dunia dan Kepala Lingkungan Berkelanjutan MOSO International Pablo van der Lugt menyebut angka yang lebih besar, yakni 1.696 ton per m3 batang bambu dalam setahun.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Website Protected by Spam Master