Pandemi Covid-19 Sebagai Pertanda Bahwa Kiamat Sudah Dekat?

by pexel
<

Pandemi COVID-19 yang memaksa penutupan tempat ibadah memicu komentar umat beragama bahwa kiamat semakin dekat. Akan tetapi sejarah membuktikan bumi pernah menghadapi bencana kesehatan manusia yang lebih parah sebelumnya. Tetapi teknologi dan farmasi berhasil menghadapinya.

Sejumlah pemuka agama bersikap spontan terhadap penyakit yang mewabah, peningkatan corona dengan korban yang meluas hingga seluruh penjuru dunia. Pemberitaan media mengenai bencana yang datang tercuat kepermukaan bahwa “pertanda kiamat sudah dekat.”

Virus yang katanya pertamakali muncul di Wuhan, Cina, akhir 2019 silam, saat ini merambah Asia, Eropa, Amerika, Australia dan Afrika, semua benua tidak luput dari virus ini. Ada sekitar 4.3 juta jiwa korban meninggal dan 203 juta orang terdampak per 10 Agustus 2021. Tetapi laju infeksi diyakini belum akan melambat dalam waktu dekat.‪ ‬‬‬

Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.
Anda dapat tertular saat menghirup udara yang mengandung virus jika Anda berada terlalu dekat dengan orang yang sudah terinfeksi COVID-19. Anda juga dapat tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda.

 

Tokoh Agama Menyatakannya

Fenomena wabah virus corona diluar nalar pemikiran, sehingga tokoh agama menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi saat ini adalah pertanda dari langit (surga). Pemikiran ini tidak hanya terbatas oleh satu agama tertentu saja. Melainkan setiap agama memiliki tafsir terhadap fenomena berlangsung. Sebagian pemuka agama menggunakan tafsir “ayat-ayat suci” untuk mengaitkan wabah corona dengan tanda-tanda datangnya kiamat.

READ  Pertanyaannya; Berapa banyak Jumlah Penginjil?

Seiring dengan itu kita amati bahwa kebrutalan manusia seperti di Negeria dan konflik kawasan Timur Tengah, terutama antara Israel dan Palestina yang terus berlanjut, terjadi Kebakaran di Amerika, Australia, gempa bumi, banjir bandang, longsor, pembunuhan, KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) dan kejahatan yang semakin meningkat mencakup seluruh dunia. Kitab Suci juga menyatakan dalam Markus 13:8 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Beberapa tokoh agama menyatakan, bencana corona sudah diwahyukan sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam, memperkuat pernyataan atas kebenaran hakiki dari keyakinan yang ada. Mengutip Lukas 21:11 dari Kitab Suci, bahwa “… dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit” Ayat ini merujuk pada tanda-tanda akhir jaman.

Berbagai pandangan dan tafsiran melihat peristiwa menghimpit sejak awal tahun 2020 merupakan pertanda kedatangan Tuhan Yesus Kristus segera terjadi. perhatikan Wahyu 22: 20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*