Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Daerah Status PPKM Level 1-3

<

Kehatian-kehatian dan melibatkan orang tua siswa menjadi kunci dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah mulai jenjang PAUD hingga SMA/SMK.

Jakarta, legacynews.id – Sejak akhir Agustus 2021, bagi daerah dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level satu sampai dengan tiga, terbuka kesempatan bagi satuan pendidikan melaksanakan PTM terbatas dengan izin dari pemerintah daerah.

Dari 514 kabupaten/kota, 471 daerah di antaranya berada di wilayah PPKM level 1-3. Jika dihitung dari jumlah sekolah sebanyak 540 ribu sekolah, 91 persen di antaranya diperbolehkan melakukan PTM terbatas.

“Jadi ada 490.217 sekolah yang diperbolehkan. Tapi kecepatan daerah dalam melakukan PTM terbatas sangat bervariasi,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddasmen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jumeri, pada “Silaturahmi Merdeka Belajar Episode 6: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dan Kesiapan Pemerintah Daerah”, yang ditayangkan di kanal Youtube Kemendikbud RI, Kamis (9/9/2021).

Jumeri mengatakan, saat ini Provinsi Aceh menduduki peringkat teratas dalam pelaksanaan PTM terbatas, yaitu sebanyak 81 persen. Secara nasional, kata Jumeri, sekolah yang sudah melakukan PTM terbatas berjumlah 50 persen dari jumlah sekolah yang sudah diizinkan melakukan PTM terbatas.

Jumeri menyampaikan, saat ini sebagian besar komponen pemerintah daerah, pemerintah pusat, guru, peserta didik, dan orang tua, sudah punya tujuan yang sama, yaitu agar sekolah segera bisa dibuka.

Selain itu, Jumeri mengingatkan para guru untuk tidak mengejar ketertinggalan materi sekaligus di awal saat pelaksanaan PTM terbatas. Ia mengatakan, di awal pembukaan sekolah, guru diimbau untuk membangun karakter dan kesenangan anak akan sekolah, agar mentalnya siap.

READ  Tokoh Separatis Syed Ali Geelani Meninggal Dunia di Srinagar India

Siswa sebaiknya hanya diberikan materi pelajaran esensial selama di sekolah, karena waktunya saat ini memang masih lebih banyak belajar dari rumah. Guru perlu membedakan soal yang diberikan kepada siswa PTM maupun yang mengikuti PJJ.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*