Pemerintah Selesaikan Sodetan Sungai Ciliwung Untuk Kendalikan Banjir di Jakarta

<

Pemerintah akan menyelesaikan sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur sepanjang 600 meter. Selain itu, dua bendungan di Puncak juga akan difungsikan mulai 2021.

 

Jakarta, legacynews.id – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan pada Rabu, 4 Agustus 2021 meninjau pembangunan sodetan dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Proyek pembangunan sodetan dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur tersebut merupakan bagian dari rencana induk (master plan) pengendalian banjir di Ibu Kota Jakarta. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat untuk mengendalikan banjir mulai dari hulu hingga di hilir.

“Jadi sodetan itu tinggal 600 meter lagi kurangnya, kita targetkan dengan PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/PUPR, Red) dan diharapkan selesai ditahun 2022 di kuartal ke-3, jadi lebih cepat dari target sebelumnya,” ujar Menko Luhut, didampingi Deputi bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Ayodhia GL Kalake serta Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air Rahman Hidayat.

Hadir pula pada kesempatan itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane akan memulai lanjutan pembangunan sodetan dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur. Proyek sodetan ini merupakan upaya mengurangi kerentanan terhadap banjir di DKI Jakarta, yang salah satunya disebabkan oleh luapan air Sungai Ciliwung.

Konstruksi sodetan ini berlokasi Kotamadia Jakarta Timur, Kecamatan Jatinegara. Titik awal sodetan Kali Ciliwung ada di Kelurahan Bidara Cina, sedangkan akhir sodetan di Kali Cipinang atau Kanal Banjir Timur Kelurahan Cipinang Besar Selatan. Sodetan Sungai Ciliwung ke KBT, terdiri dari tiga bangunan utama, yaitu inlet, terowongan pembawa, dan outlet.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan sodetan ini akan mengurangi debit banjir Sungai Ciliwung dengan mengalirkan air sebesar 60 m3/detik ke Kanal Banjir Timur, saat Sungai Ciliwung sudah tidak lagi mampu menampung debit air pada perkiraan debit banjir ulang 25 tahunan sebesar 508 m3/detik.

READ  Selamat Natal Tahun 2021: Terus Bergerak Untuk Perkuat Persaudaraan

“Sehingga Insyaallah akan mengurangi risiko banjir pada beberapa kawasan di hilir Sungai Ciliwung, misalnya, Kampung Melayu dan Manggarai,” kata Menteri PUPR, saat meninjau lokasi pembangunan sodetan Sungai Ciliwung.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*