Penyuluh Agama Perintis Kampung Ekonomi Digital di Banten

<

Penyuluh Non PNS, Pandeglang, Ano Suharna

Banten, legacynews.id – Penyuluh Agama menjadi garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pelayan kepada umat. Di antara mereka ada yang pegawai negeri sipil (PNS) dan ada yang bukan PNS.

Saat pandemi, mereka dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan. Objek layanannya juga terkadang tidak hanya pada persoalan keagamaan, tapi hingga masalah kampung digital.

Hal ini antara lain yang dilakukan Ano Suharna, penyuluh agama bukan PNS dari Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang, Banten.

Pandeglang dikenal sebagai Kota Sejuta Santri, Seribu Ulama. Memiliki 35 Kecamatan, salahsatunya Kecamatan Mandalawangi, yang terdiri atas 15 desa. Mandalawangi, diapit oleh Gunung Karang dan Pulau Sari, berbatasan dengan Ciomas Kabupaten Serang. Udara di kawasan ini sejuk dengan hamparan sawah yang luas. Disinilah, Ano Suharna mengabdikan dirinya untuk umat.

Selama pandemi, selain memberikan penyuluhan di bidang agama, Ano Suharna ikut membantu masyarakat dalam pengembangan kampung digital.

Dia membina masyarakat Pandeglang, agar melek teknologi. “Produk-produk lokal, dijual, dengan manajemen marketing lewat online,” kata Kasubbag TU Kankemenag Pandeglang Asep Mulyadi di Pandeglang, Kamis (7/10/2021).

Kampung ekonomi digital ini menjual produk seperti emping melinjo, jahe merah, jagung, talas beneng (daunnya jadi tembakau, dan obat), dan lainnya.

“Ano Suharna sebagai penyuluh Non PNS teladan, juga sebagai pengembang wisata di daerah Mandlawangi, Pandeglang,” jelas Asep Mulyadi.

 

READ  Kemenag dan Densus 88 Optimalkan Peran Penyuluh Agama Dalam Pembinaan Narapidana

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*