Presiden Jokowi Mendukung Ikrar Global Methane

<

Target global perubahan iklim ialah kenaikan suhu bumi maksimum 1,5 derajat Celsius. Indonesia siap berkontribusi, antara lain, lewat baterai lithium, biofuel, dan netral karbon di 2060.

Musim panas 2021 ditandai dengan fenomena cuaca yang menggelisahkan. Banjir besar dan tanah longsor melanda berbagai negara di belahan bumi utara. Negara-negara yang selama ini dikenal bisa mengelola lingkungan dan tata ruangnya dengan cermat seperti Kanada, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Belgia, Belanda, Prancis, dan Kanada, diterjang banjir. Bahkan Norwegia pun ikut dihantam tanah longsor.

Belum lagi serangan gelombang udara panas dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kanada lebih dari 500 ribu ha hutan terbakar. Di Rusia 1,5 juta ha dan di Amerika Serikat (AS) 3,5 juta ha ludes dimakan api pada 2021. AS pun kini dikenal sebagai negara rawan banjir, karhutla, dan badai siklon tropis (hurricane).

Cuaca bukan lagi fenomena negara per negara, melainkan hanya dampak dari iklim global yang kini terdisrupsi oleh perubahan iklim (climate change). Emisi karbon serta gas rumah kaca lainnya perlu direm agar climate change tidak makin menjadi-jadi. Itulah sebabnya, Presiden AS Joe Biden pun menghelat event Major of Economies Forum (MEF) on Energy and Climate 2021, Jumat malam (17/9/2021). Fokusnya ialah isu ekonomi, yang pengaruhnya sangat dominan dalam neraca karbon.

Forum pembicaraan reguler yang diniatkan “langsung dan tanpa basa-basi” itu awalnya digagas oleh Presiden Barack Obama pada 2009. Anggotanya ialah 17 negara yang dianggap punya potensi besar dalam pengendalian emisi kabon. Perhelatan MEF di level kepala negara telah beberapa kali digelar, namun terhenti di era Presiden Donald Trump. Presiden Joe Biden menggulirkanya kembali.

READ  Pemerintah Dukung Pemulihan Industri Pariwisata Pada 2022

MEF 2021 ini digelar secara virtual, dihadiri 10 kepala negara /kepala pemerintahan. Presiden Joko Widodo menjadi satu di antaranya. Selain  10 kepala negara, forum tersebut juga dihadiri Presiden Komisi Eropa, Presiden Dewan Eropa, dan Sektraris Jenderal PBB Antonio Gutteres.

‘’Presiden Amerika Joe Biden telah mengundang sejumlah negara-negara utama untuk hadir pada pertemuan ini. Pada kesempatan malam ini, Bapak Presiden adalah salah satu dari hanya 10 kepala pemerintahan lainnya yang hadir dan berbicara pada  pertemuan melalui virtual setting,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar seusai mendampingi Presiden Jokowi pada acara tersebut.

Pertemuan Major Economies Forum bertujuan menggalang kerja sama negara-negara utama untuk mengayunkan langkah konkret dan ambisius demi mewujudkan target dari pertemuan tahunan conference of parties (COP) di Glasgow, November mendatang. Menurut Wamenlu, tujuan spesifik yang akan digulirkan di Glasgow, Skotlandia, adalah memastikan bahwa perubahan suhu atmosfir bumi tak melebihi satu setengah derajat celsius.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*