Tangguh Menjadi “Patriotisme Baru” di Tengah Gemuruh Pagebluk

<

“Tak seperti perputaran musim, pandemi Covid-19 memilih waktunya sendiri. Hampir dua tahun wabah itu menerpa Indonesia. Cara pandang pun sudah harus berubah. Tetap waspada, tak boleh abai pada protokol kesehatan. Dan, terus berlatih kesabaran.”

Jakarta, legacynews.id – Demikian arahan yang sangat jelas dan tegas dari pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menghadapi pandemi Covid-19 di tanah air. Mengapa petunjuk serupa itu yang diberikan? Tak lain karena kita memang tak dapat memastikan kapan virus berbahaya itu akan angkat kaki dan tidak kembali.

Kesabaran mendapat penekanan tersendiri lantaran diyakini bahwa ketangguhan yang dipahat di dalam hati yang sabar, tanpa menyerah, mampu melenturkan gerak kita untuk menggapai endemi dari zona pandemi. Sehingga, pada titik inilah, menjadi tangguh bukanlah lagi pilihan, melainkan kebutuhan, kewajiban.

Tangguh pun menjadi semacam “patriotisme baru” yang dilahirkan di tengah gemuruh pagebluk. Kemampuan menjaga keseimbangan gas dan rem dalam periode transisi diyakini hanya dapat tercapai bila setia pada komitmen untuk tangguh.

Hal tersebut nyatanya tidaklah sekadar menjadi semangat bagi pemerintah dalam mengonsep regulasi, melainkan juga diwujudkan dalam aksi nyata. Termasuk, dalam mitigasi serta adaptasi pada berbagai situasi krusial.

Melalui mitigasi yang berbasis data, teknologi, dan ilmu pengetahuan, pemetaan persoalan kian dimudahkan, keputusan bijak juga dapat diambil lebih dini. Lebih-lebih, manakala situasi darurat kembali datang, di mana terjadi kelangkaan obat, darurat oksigen, minim fasilitas, dan sulit mengakses layanan kesehatan.

Panduan yang sama mutlak diperlukan dalam bergerak bersama dalam kerja vaksinasi, testingtreatment dan tracing. Di atas fondasi inilah, pemerintah khususnya merawat spirit membangun ketaatan pada protokol kesehatan, melakukan pembatasan mobilitas di semua level, sekaligus menguji konsolidasi kekuatan negara dalam menyelamatkan rakyat.

READ  Dibuka Pendaftaran Upacara Virtual HUT ke-76 RI

Kendati begitu, harus diakui, langkah itu tentu bukan hal yang mudah. Hanya saja, pengalaman menunjukkan bahwa bangsa ini di bawah formulasi penanganan yang tepat, mampu keluar dari badai dengan kepala tegak.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*