Varian Mu Tetap Diwaspadai Walau Belum Terdeteksi Masuk Indonesia

<

Heboh pasien Covid-19 dengan CT Value 1,8 di Surabaya muncul akibat kesalahpahaman dalam membaca data PCR tipe isotermal. Pasiennya sudah sembuh. Varian Mu tetap diwaspadai.

Jakarta, legacynews.id – Perkembangan terbaru Covid-19 memang biasa disampaikan ke publik, guna mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Pada pekan kedua September ini, ada dua isu yang menarik perhatian publik. Pertama, munculnya strain baru yang perlu diwaspadai, yakni varian Mu, yang berasal Colombia dan cukup berbahaya. Kedua, di Surabaya ada pekerja migran Indonesia (PMI) yang didapati positif Covid-19 dengan hasil pemeriksaan CT Value 1,8.

Kedua kisah beredar pada waktu yang hampir bersamaan. Maka, gabungan keduanya memunculkan kisah baru bahwa ada PMI asal Jawa Timur, yang ketika pulang ke kampung halamannya, kedapatan positif Covid-19 dengan CT Value 1,8 dan kemungkinan terinfeksi varian Mu. Kasus ini ditemukan di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Indrapura yang dioperasikan Dinas Kesehatan TNI Angkatan Laut.

Kabar tersebut cepat meluas, memviral, dan heboh. Spekulasi varian Mu sudah masuk Kota Surabaya beredar luas. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun segera bereaksi. Lewat juru bicaranya Siti Nadia Tarmizi, Kemenkes menolak spekulasi tu.

“Kami terus melakukan pemantauan, termasuk atas varian Mu yang telah menyebar ke-46 negara. Tapi, sampai  saat ini varian Mu belum terdeteksi di Indonesia,” kata Siti Nadia dalam konferensi pers Jumat (10/9/2021).

Lebih jauh, menurut Siti Nadia, Kemenkes telah melakukan pemeriksaan atas 5.835 sampel dari seluruh tanah air sampai pekan pertama September 2021. Hasilnya, sebagian besar adalah varian Delta B 1.617.2 (30 persen), terutama yang ditemukan di bulan-bulan terakhir (Mei–Agustus 2021). Selebihnya adalah Varian Alpha B 117, varian Beta B 1.351, dan varian lama dari generasi pertama Covid-19.

READ  Tantangan Alam Harus Dihadapi Atlet PON Papua

Klarifikasi CT Value 1,8

Penanggung jawab  RSL Indrapura Surabaya Laksamana Muda Ahmad Syamsulhadi segera berbicara kepada wartawan untuk menduduksoalkan persoalan, di Surabaya, Jumat (10/9/2021). Menurutnya, RSL Indraputa telah memberikan layanan pemeriksanaan dan perawatan pada pasien Covid-19, terutama para PMI yang baru pulang dari luar negeri. Pada awal September lalu, misalnya, ada 148 pasien dan 122 di antaranya adalah PMI.

Sejak beroperasi bulan Mei silam, ribuan orang telah diperiksa di RSL Indrapura ini dan ditemukan pula banyak kasus positif Covid-19. Semuanya didiagnonis dengan mesin canggih PCR. Dari arahan Kemenkes, bila ada pasien dengan CT Value 25 atau kurang, pasien diminta diswab lagi dan sampel dikirim ke Litbang Kemenkes atau jaringannya untuk diperiksa dengan genome squencer agar bisa diketahui varian Covid-19 yang menyerangnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*