KRITIK ATAS ISTILAH SUARA KENABIAN

/script>

KRITIK ATAS ISTILAH SUARA KENABIAN

DARI PERPEKTIF DAN IMPLEMENTASI KEKINIAN


“….. berbicaralah kepada mereka dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH; baik mereka mau mendengarkan atau tidak.” Yehezkiel 3:11 (TB)

Definisi umum dari “Suara Kenabian” adalah, menyampaikan suatu pesan dari Allah yang berisi nubuat, pesan moral atau teguran terbuka terhadap dosa, kecongkakan, kelaliman, kejahatan, dusta dan gaya hidup terhadap umat Allah dan gembalanya, atau penguasa yang tidak menyembah Allah, meski akibatnya dirinya dipenjara atau dihukum mati.

Beberapa contoh Suara Kenabian di Alkitab, Nabi Yehezkiel yang lantang menegur dengan keras gaya hidup para gembala umat yang tidak wajar, yang hanya bersenang-senang mengorbankan kawanan dombanya. Nabi Yeremia, yang lantang menentang orang-orang yang mengaku gembala dengan berkata: “damai sejahtera damai sejahtera!” Padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera! Yohanes Pembaptis yang mengutuk perkawinan Herodias dengan Herodes dan ia dipenjara  dan kepalanya dipenggal. Dan adalah fakta semua Nabi Allah bersikap sama.

Nabi sebagai penyambung lidah Allah, selalu memiliki gaya hidup yang tidak suka membaur dengan semua yang kompromi dengan dosa, ia disegani, orang yang suka menyendiri dari keramaian manusia untuk menjaga kedekatannya dengan Allah yang menetapkan dirinya sebagai Nabi.

Nah, bagaimana dengan Suara Kenabian masa kini, kritik atas istilah suara kenabian, khususnya di kalangan pimpinan umat Kristen? Jika yang dimaksud Suara Kenabian itu meneruskan pesan Allah melalui gereja-Nya, apakah hal itu ditujukan juga kepada para pendeta atau gembala? Atau kepada umat Kristen? Atau kepada Pemerintah yaitu kepada Presiden dan seluruh jajaran di bawahnya? Suara Kenabian masa kini, harus berani bersuara lantang dosa-dosa yang dilakukan oleh para pendeta atau gembala, yang suka memperkaya diri, buat skandal moral, atau suka berdusta dengan berkata “Allah memberkati…Allah memberkati” padahal tidak ada berkat dari Allah.

READ  Doa Bersama Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma lndonesia

Jika Suara Kenabian karena terjadi umat Kristen atau gereja dianiaya, maka pendeta atau gembala akan lantang menegur pemerintah tanpa rasa takut, sambil menegaskan bahwa jika hal itu dibiarkan hukuman dari Allah akan menimpa pemerintah  dan bangsa ini. Suara Kenabian juga akan lantang menegur segala bentuk kejahatan di bangsa ini seperti, membudayanya korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, hukum dan keadilan yang selalu dibengkokkan, perzinahan di antara para pemimpinnya sambil mengingatkan murka Allah akan terjadi jika semua itu terus terjadi.

Mari implementasikan Suara Kenabian yang benar, tidak perlu takut meski akibatnya dianggap nyeleneh, atau dianggap merasa benar sendiri, atau dianggap tidak mendukung gereja dan pemerintah. Karena sesungguhnya jika Suara Kenabian yang sampaikan dengan lantang, tidak akan ada yang menyukainya, selain jika bertobat dan berbalik pada Allah di dalam Kristus.

 

 

Salam Injili,

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketua MAPER PGLII

Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*