Tulisan-tulisan Kristus Telah Rusak!


“Sebab, telah ternyata, bahwa kamulah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, …” 2 Korintus 3:3 (TB2)

Rasul Paulus, seorang Rasul Kristus yang paling banyak mengisi Perjanjian Baru dengan surat-suratnya yang merupakan firman Allah, menegaskan bahwa “*orang-orang percaya adalah surat Kristus*” yang ditulis dengan Roh dari Allah yang hidup. Surat Kristus dimaksud agar kehidupan orang percaya, yaitu umat Kristen, dibaca oleh dunia lalu dapat mengenal Kristus melalui gaya hidupnya.

Dengan demikian, di mana saja dan dalam keadaan apa pun, setiap orang Kristen menjadi surat yang terbuka, yang olehnya banyak orang dapat membaca siapa Yesus Kristus Tuhan dengan segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. Namun suatu fakta yang kerap tidak sesuai dengan keharusannya adalah, bukankah banyak juga orang Kristen yang ternyata kehidupannya tidak menjadi kesaksian, alias surat Kristus itu tidak terbaca karena tulisan-tulisannya rusak.

Ya, kini banyak dijumpai di mana-mana tulisan Kristus yang rusak, karena banyaknya kehidupan umat Kristen yang menjadi serupa dengan dunia ini, tersandung skandal moral, para pemimpin Kristen yang  gemar berseteru hanya karena jabatan dan uang. Begitu juga dengan maraknya orang Kristen yang justru berurusan dengan hukum karena kejahatan-kejahatan yang dibuatnya. Tulisan-tulisan Kristus telah rusak!

Sudah sepatutnya suatu kesadaran bahkan pertobatan kolektif terjadi juga di kalangan umat Kristen, agar sebagai surat Kristus tulisan-tulisan yang ditulis oleh Roh Allah dapat terbaca dengan baik.

So, yang patut diingat juga, tidak cukup hanya rajin datang ke KKR, rajin ke gereja, minta Tuhan Yesus urapi bahkan berbahasa roh, jika akhirnya tidak berwujud sebagai surat Kristus yang terbuka, dan karenanya setiap orang dapat membaca, mengenal dan percaya bahwa Yesus Kristus itu TUHAN dan satu-satunya Juruselamat dunia.

READ  Candi Brahu Lebih Tua Dari Kerajaan Majapahit

 

Salam Injili,

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketua MAPER PGLII

Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*