/script>
Sekalipun aku dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan simbal yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. (1 Korintus 13:1-2)
Dalam gereja milik Kristus, Roh Kudus memberikan kekayaan karunia-karunia Roh kepada tiap-tiap orang percaya. Karunia-karunia yang digunakan dalam gereja bertujuan untuk membangun gereja itu sendiri.
“Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih daripada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.” (1 Kor. 14:12)
Namun menjadi peringatan bagi kita bahwa tanpa kasih semua aktivitas yang menggunakan karunia-karunia Roh tidak akan berguna. Kegiatan-kegiatan pelayanan yang menonjolkan karunia-karunia yang tidak dimotori dengan kasih, maka kegiatan-kegiatan pelayanan itu menjadi hambar dan kering, serta sangat egosentris. Orang yang melayani seperti ini sangat tidak berguna, bahkan akan mengganggu pelayanan. Tanpa kasih maka tiap-tiap orang akan melayani dengan mengutamakan atau berpusat pada diri sendiri. Jika seseorang melayani tanpa digerakkan kasih Kristus, maka ketika ia menggunakan karunianya ia merasa lebih baik dari yang lain. Semakin lama motif untuk melayaninya adalah supaya ia dihargai dan mendapat penghormatan orang lain.
Orang yang dipenuhi dengan kasih Kristus, maka dalam dirinya ia akan melawan sikap egosentris. Oleh karena itu ketika seseorang melayani dengan hati yang dipenuhi kasih, maka kasih itu akan mengurangi bahkan akan menghilangkan sikap-sikap egosentris. Kasih Kristus akan menyegarkan dan mendinamisasi pelayanan kita semua. Kasih adalah lawan dari sikap egosentris.
Marilah kita melayani dan menggunakan karunia Roh yang diberikan Tuhan dengan kasih Kristus.
“Teruslah Bersekutu dan Memberitakan Injil!”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply