![]()
Titus 3:5 (TB2) “pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus”
Kelahiran kembali (born again) sangat mutlak dialami setiap orang yang telah percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi. Dan salah satu wujud dari seseorang yang telah dilahirkan kembali, bukan saja ia menjadi ciptaan baru, menjadi anak-anak Allah, dipenuhi Roh Kudus dan memiliki buah Roh, tetapi juga rohnya berkobar-kobar untuk beritakan Injil.
Nah, jika Gen-Z mengalami kelahiran baru di gerejanya masing-masing, maka kelompok generasi ini yang menguasai digital AI dan gadget, dapat dilatih untuk menjadi ujung tombak pemberitaan Injil secara digital. Perhatikan, di manapun melihat manusia hari ini pasti masing-masing memegang gadget.
Tidak selalu konten gadget yang dilihat banyak orang, dari berbagai lapisan usia, yang mengkonsumsi hal-hal yang baik. Sekiranya Gen-Z disiapkan sebagai pasukan pemberita Injil, dari masing-masing gereja, maka konten-konten di media sosial akan dipenuhi Injil yang adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Gen-Z yang lahir baru dan ditampilkan menjadi influencer-influencer yang hebat ketika konten yang ditampilkan adalah Yesus Kristus adalah Tuhan dan satu-satunya jalan keselamatan.
Jadi, setiap orang yang karena rahmat Kristus oleh pemandian kelahiran kembali, pasti menjadi pengkhotbah dan pemberita Injil yang masih murni, karena tidak mencari honor dan fasilitas. Gen-Z yang lahir baru efektif di pemberitaan Injil.
Salam Injili,
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketua MAPER PGLII
Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia



Leave a Reply