“Ayah dan Keluarga Rukun Harmonis: Menghadapi Tuntutan Kehidupan Profesional”
Jakarta, legacynews.id – Dalam era modern ini, Ayah seringkali dihadapkan pada tantangan berat saat menjalani peran ganda sebagai profesional atau pengusaha untuk mencapai kesuksesan kemudian sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab. Kehidupan profesional yang serba kompetitif serta peran sebagai suami dan ayah dapat memunculkan tekanan yang luar biasa. Artikel ini akan menggali bagaimana seorang Ayah dapat menghadapi tuntutan ini dengan berpijak kepada firman Tuhan sebagai pedoman hidup.
1. Tanggung Jawab sebagai Suami, Ayah dan Kepala Keluarga:
Saat menjadi kepala keluarga, seorang Ayah sekaligus suami memiliki tanggung jawab untuk melindungi, menyediakan, dan mencintai istri dan anak-anaknya sesuai dengan firman Tuhan. Rasul Paulus menekankan beberapa hal penting membina rumah tangga yang sehat adalah:
- Efesus 5:25-28 TB – “Hai suami, kasihilah isterimu seperti Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya, supaya Ia menguduskan dia, sesudah Ia membersihkannya dengan memandikannya dalam air oleh firman, supaya Ia menempatkan jemaat itu di depan-Nya sebagai jemaat mulia, tanpa cacat cela atau kerut, melainkan supaya jemaat itu kudus dan tak bercacat cela.”
- 1 Timotius 5:8 FAYH – Tetapi siapa pun yang tidak mau memelihara sanak saudaranya sendiri yang membutuhkan bantuan, lebih-lebih mereka yang tinggal serumah, jangan sekali-kali menyebut diri orang Kristen. Orang seperti itu lebih buruk daripada orang yang tidak beriman.
2. Mengelola Waktu dan Prioritas:
Dalam menghadapi tuntutan kehidupan yang sehat dalam rumah tangga, sangat penting bagi seorang Ayah untuk secara bijaksana mengelola waktu dan menetapkan prioritas yang tepat. Firman Tuhan berlaku sebagai Kompas kehidupan mengajarkan dalam hal ini:
- Mazmur 90:12 BIS – Sadarkanlah kami akan singkatnya hidup ini supaya kami menjadi orang yang berbudi.
- Matius 6:33 TB – “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, dan semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
3. Meningkatkan Komunikasi dan Kualitas Hubungan:
Hubungan yang sehat antara Ayah, ibu dan anak-anaknya adalah kunci dalam membangun keluarga yang rukun harmonis. Komunikasi yang baik dan investasi waktu antara suami, isteri dan anak-anak sangat penting. Rasul Paulus mencatat dalam Kitab Suci pedoman dalam meningkatkan hubungan keluarga:
- Efesus 4:29 BIS – “Kalau kalian berbicara, janganlah memakai kata-kata yang kotor. Pakai sajalah kata-kata yang membina dan memberi pertolongan kepada orang lain. Kata-kata seperti itu akan mendatangkan kebaikan kepada orang-orang yang mendengarnya.
- Efesus 6:4 FAYH – “Dan sekarang sedikit nasihat kepada para orang tua. Jangan terus-menerus menggusari dan mencari-cari kesalahan anak-anak Saudara, sehingga membuat mereka marah dan jengkel. Tetapi didiklah mereka dengan tata tertib yang penuh kasih dan yang menyukakan hati Allah, dengan saran-saran dan nasihat-nasihat berdasarkan Firman Allah.”
Sebagai Ayah, menghadapi tuntutan keluarga yang rukun harmonis dan mengarungi biduk rumah tangga yang didalamnya seringkali terjadi pertentangan dapat menjadi tantangan yang kompleks. Namun, dengan bersandar kepada firman Tuhan sebagai pedoman hidup, seorang Ayah dapat mengatasi tantangan ini dengan bijaksana. Dengan memahami tanggung jawab sebagai suami, ayah dan kepala keluarga, mengelola waktu dan prioritas secara tepat, serta meningkatkan komunikasi dan kualitas hubungan dalam keluarga, Ayah dapat membangun keluarga yang rukun harmonis sesuai dengan kehendak Tuhan.
Pro Ecclesia Et Patria
Antonius Natan


Leave a Reply