/script>
“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? … Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:35, 38-39)
Kita melanjutkan renungan kita tentang Kesatuan dengan Kristus (Union with Christ). Kesatuan Dengan Kristus Tidak Dapat Dipisahkan (Inseparable).
“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?” adalah satu pertanyaan retoris Paulus. Pertanyaan ini adalah suatu penyangkalan atas kemungkinan terjadi pemisahan atau keterlepasan dari kasih Kristus. Karena dalam Roma 8:17, Paulus telah menegaskan bahwa orang percaya akan bersama-sama dengan Kristus menerima janji-janji Allah, karena orang percaya telah menderita bersama-sama Kristus dan akan dipermuliakan bersama-sama Kristus. (Istilah “bersama-sama” adalah gambaran Kesatuan dengan Kristus).
“Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” (Rom. 8:17)
Kesatuan dengan Kristus diikat oleh kasih Kristus. Orang percaya tidak mungkin terpisah dari kasih Kristus dalam situasi dan kondisi apa pun. Kasih-Nya memeluk dan menopang orang percaya sebagai kuasa yang tak tergoyahkan, yang tidak dapat dicegah oleh keadaan-keadaan yang berlawanan dengan kasih.
Walaupun akan ada kesengsaraan yang mengerikan di zaman akhir, penganiayaan karena alasan agama, kelaparan dan kekurangan pakaian (kelaparan dan kekurangan pakaian adalah gambaran kemiskinan), risiko bahaya dan kematian yang kejam oleh karena adanya perang, semuanya itu tidak mungkin dapat memisahkan orang percaya dari kasih Kristus.
Kristus sendirilah yang mengukuhkan kesatuan orang percaya dengan Dia. Ia menjaga mereka dan tidak ada siapa pun atau apa pun dapat merebut atau memisahkan mereka dari Kristus.
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” (Yoh. 10:27-28)
Jadi Kesatuan kita dengan Kristus tidak dapat dipisahkan. Puji Tuhan.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply