MENGAPA TIDAK SUKA BACA ALKITAB?

/script>


“Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” 2 Timotius 3:16 (TB2)

Allah dalam Kristus mengkomunikasikan diri-Nya kepada manusia, yaitu umat Kristen melalui Kitab Suci atau Alkitab. Namun pasca Covid-19 dan seiring dengan perkembangan teknologi digital AI, mengapa semakin banyak orang Kristen yang tidak suka baca Alkitab  atau Kitab Suci. Firman Allah menegaskan, ketika membaca Alkitab empat manfaat akan dialami, yakni: mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik dalam kebenaran. Sebaliknya, yang tidak suka membaca Alkitab, disamping empat hal manfaat tidak dialami, dapat ditambahkan juga, yaitu tidak mengenal Allah yang benar, tidak memiliki pengetahuan kekristenan, tidak bertumbuh alias buta dalam segala hal.

Jika orang Kristen yang tidak suka baca dan menyelidiki isi Alkitab, hal apakah yang dapat diharapkan darinya jika ia melayani? Mungkinkah ia dapat bersaksi dengan benar jika miskin pengetahuan firman Allah? Pasti kesaksiannya hanya berisi hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan Allah yang menyatakan diri di dalam Kristus. Lebih dari itu, kekristen menjad sangat lemah dan tumpul jika orang Kristen hidup tanpa firman Allah.

Ingat, sebaik apapun suatu khotbah yang bersumber dari Alkitab, jika tidak tertanam di dalam kehidupan orang Kristen yang tidak membaca Alkitab, tidak mungkin ia menjadi pelaku firman Allah. Rumah yang ia bangun 100% di atas pasir. Hal ini harus dibedakan dengan orang Kristen yang tidak bisa membaca atau yang tidak dapat melihat.

 

 

Salam Injili,

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketua MAPER PGLII

Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

READ  Hari Santri 2023 Rayakan Keberagaman dengan Sarung Nusantara

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*