Meratus Merupakan Kawasan Pegunungan Di Tenggara Kalimantan

Pegunungan Meratus. Geopark nasional yang membentang 600km luasnya. MERATUSGEOPARK

Keanekaragaman hayati Meratus tak kalah banyaknya dan menjadi rumah bagi flora jenis pohon batang besar seperti meranti, kanari, nyatoh, durian, agathis, dan medang. Di sini juga dapat ditemukan dua anggrek hutan yang dilindungi yaitu anggrek tebu (Grammatophyllum speciosum) dan anggrek sendok (Spathoglottis urea).

Untuk fauna ada satwa endemik Pulau Kalimantan yaitu bekantan, burung enggang, kera abu-abu, beruang madu, kijang pelaihari, rusa sambar, dan owa. Selain itu, belum lama ini ditemukan pula dua spesies burung di Meratus, sikatan kadayang (Cyornis kadayangensis) dan kacamata meratus (Zosterops meratusensis).

Penemuan tersebut dimulai dari penelitian yang dilakukan sejak 2016. Upaya pendeskripsian yang dilakukan oleh tim peneliti di Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lousiana State University, Amerika Serikat sebagai mitra internasional akhirnya berhasil dipublikasikan pada 2022.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, BRIN, Tri Haryoko yang ikut dalam penelitian mendeskripsikan bahwa kacamata meratus berwarna hijau zaitun dengan corak zaitun kekuningan pada tubuh bagian bawah. Kerabat paling dekat yaitu kacamata laut (Z. chloris) yang memiliki warna kuning lebih terang.

Sedangkan sikatan kadayang memiliki warna lebih khas, yaitu tubuh bagian atas biru dan bagian bawah cokelat jingga terang sampai putih. “Sikatan kadayang berbeda dari sikatan dayak (C. montanus) yang memiliki warna biru lebih pekat dan tubuh bawah kecokelatan tanpa warna putih,” kata Tri.

Peneliti dari Museum Zoologicum Bogoriense, Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Mohammad Irham mengatakan Meratus yang teriolasi dari rantai pegunungan lain di Kalimantan telah membentuk komunitas fauna yang unik seperti terlihat pada kelompok burung.

READ  Panduan Memanfaatkan AI Secara Etis & Bertanggung jawab

Terkait status konservasi, kelestarian burung di Pegunungan Meratus mendapat potensi ancaman dari perubahan dan kerusakan habitat. Wilayah dataran rendah dari Pegunungan Meratus telah mengalami perubahan sehingga menyisakan habitat yang relatif utuh di zona pegunungan di atas 500 mdpl dengan luasan yang cukup terbatas.

Ancaman lainnya adalah perburuan burung untuk memenuhi pasar burung berkicau. Perburuan ini mendorong populasi burung di Meratus ke jurang kepunahan. Oleh karena itu konservasi habitat dan spesies di Pegunungan Meratus sangat penting untuk dilakukan.

[indonesia.go.id]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*