Moderasi Beragama Dari Perspektif Kristen

<

“Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Matius 22:39

 

Saat Moderasi Beragama digaungkan oleh Menteri Lukman Hakim Saiffudin, maka berbagai respons agama coba menyikapinya. Apa itu moderasi beragama? Kementerian Agama RI, “Moderasi Beragama adalah proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, agar terhindar dari perilaku ekstrem atau berlebih-lebihan saat mengimplementasikannya.” Namun yang sering menjadi pertanyaan adakah dasar ayat dari kitab suci yang mengatakan hal moderasi beragama?

Ada pendapat, bahwa moderasi beragama itu, jika di dalam gereja kita Kristen, tetapi di luar gereja moderasi beragama. Ada juga pendapat, agama A baik, agama B baik, agama C baik, agama D.. “mari bertemu di ruang yang baik”.

Moderasi beragama juga diterjemahkan sebagai bentuk beragama yang moderat, ia terbuka dengan siapa saja, dan berada di mana saja, tidak menolak siapapun yang berbeda dengan dirinya.

Moderasi beragama dari perspektif Kristen, dapat dimulai dari ucapan Tuhan Yesus tentang hukum utama yang pertama tentang kasih, dan hukum kedua yang dengan itu, “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22:39).

Firman Tuhan ini menolak pandangan dan istilah umum yang sering diucapkan, “tak kenal maka tak sayang”. Apakah benar kalau kenal akan disayang? Bukankah yang sudah kenal saja malah dimusuhi? Ajaran Tuhan Yesus, siapa pun yang disebut sesama, apakah yang beda suku, beda warna kulit, beda agama, beda status sosial, beda wilayah harus dikasihi meskipun tidak kenal.

Inilah kasih agape yang hidup dalam diri umat Kristen, sehingga musuh pun dikasihi.

Moderasi beragama dari perspektif Kristen, adalah kasih yang terpancar dan bergerak ke arah luar tanpa syarat dan kepada siapapun.

READ  Penginjil Yang Dipanggil Kristus Atau Panggilan?

Kasih Kristen bukan menuntut perhatian dari luar, bukan menarik yang dari luar ke dalam. Umat Kristen, sesuai ajaran Tuhan Yesus, harus menjadi pelopor dan role model untuk moderasi beragama.

Salam Injili

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*