PEKA MEMBACA TANDA-TANDA ZAMAN NAMUN TETAP …

/script>
PEKA MEMBACA TANDA-TANDA ZAMAN NAMUN TETAP
MEMPRIORITASKAN PEMBERITAAN INJIL
Tetapi jawab Yesus (red: kepada orang Farisi dan Saduki) : “Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, 3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. (Matius 16:23)
Kita menghadapi berbagai perubahan di hampir setiap aspek kehidupan. Berkembangnya AI, internet of things (IoT), Cyber Phisical Systems (CPS) dan teknologi digital lainnya, telah menimbulkan gejolak dalam abad ini yang tampaknya sangat berbeda dengan abad-abad sebelumnya. Pelayanan-pelayanan gereja yang sebelumnya stabil dan mapan, kini harus dipikirkan kembali oleh pemimpin-pemimpin gereja untuk penyesuaian-penyesuaiannya agar pelayanan-pelayanan ini tidak tergilas oleh percepatan kemajuan teknologi dan berbagai krisis global.
Kita menyadari bahwa teknologi informasi berkembang sangat cepat.  Generasi mendatang tidak dapat terlepas dari AI, IoT, CPS dan teknologi digital lainnya.
Anak-anak di era digital yaitu Gen Z, Gen Alpha, Gen Beta yang sekarang disebut generasi AI, memiliki minat yang berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Mereka mungkin lebih tertarik dengan hiburan digital seperti game, media sosial, dan kegiatan di luar komunitas gereja.
Adanya perkembangan teknologi informasi dan “global networking” yang sangat maju, arus globalisasi dan pengaruh budaya asing mendapat akses yang sangat luas dalam lingkungan keluarga.
Sampai saat ini dunia belum dapat sepenuh bebas dari krisis ekonomi. Salah satu di antaranya adalah akibat dari pandemi Covid 19 yang menimbulkan krisis jangka panjang. Masalah-masalah ekonomi ini berdampak kepada masalah-masalah sosial, seperti kemiskinan dan ketidaksetaraan, yang berdampak pada kesejahteraan dalam keluarga dan khususnya anak-anak.
Masalah ekonomi dan sosial, dapat mempengaruhi struktur keluarga. Upaya-upaya untuk mengatasi masalah ekonomi menyebabkan suami dan isteri yang harus bekerja di luar rumah, sehingga pembinaan dan pengawasan kepada anak-anak menjadi terbatas. Suami yang karena tuntutan kebutuhan hidup harus bekerja di luar kota, sehingga hampir sebahagian besar waktu yang berada di rumah hanyalah isteri dan anak-anak. Ketegangan-ketegangan dalam pekerjaan dan upaya-upaya untuk memenuhi kebutuhan sering kali mempengaruhi hubungan suami isteri dan juga ortu terhadap anak.
Pertemanan anak-anak secara fisik sangat terbatas sekali karena anak-anak hanya terfokus dengan HP atau gadget. Anak-anak lebih senang bermain game dengan HP atau gadgetnya. Untuk pertemanan, anak-anak akan lebih mudah berteman secara vitual. Pertemanan secara fisik atau interpersonal atau langsung sangat-sangat terbatas. Hal ini tentu sangat mempengaruhi kehidupan sosial dari anak-anak.
Berhadapan dengan berbagai perubahan dan tantangan-tantangan tersebut haruslah kita mempersiapkan pemimpin-pemimpin Gereja mendatang yang mampu membaca “tanda zaman”, sehingga mereka dapat menghadapi hal-hal tersebut. Tuntutannya adalah selain hidupnya berpusat pada Kristus dan kebenaran Alkitab, mereka harus mampu beradaptasi dengan cepat, memiliki kemampuan untuk menyusun strategi terhadap perubahan yang tak terduga dan membuat keputusan untuk tindakan perubahan yang diperlukan.
Pemimpin masa depan harus mampu melihat peluang di tengah-tengah berbagai tantangan dan mendorong inovasi. Bukan hanya bereaksi terhadap perubahan, tapi juga menciptakan perubahan. Mereka perlu berpikir “di luar kotak” (out the box) dan mendobrak pola lama yang tidak relevan lagi. Pemimpin tidak hanya harus memahami teknologi, tetapi juga mampu mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi ke dalam pelayanan-pelayanannya. Hal ini menuntut pemimpin untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan cukup memahami literasi teknologi.
Pemimpin Injili harus mampu melihat peluang pemberitaan Injil yang efektif di tengah-tengah percepatan perubahan-perubahan ini, karena kita tetap akan melakukan tanggungjawab kita dalam menuntaskan Amanat Agung Tuhan Yesus. Mari kita terus sadar terhadap tanda zaman, tetapi tetap memberitakan Injil. Peka membaca tanda-tanda zaman namun tetap … memprioritaskan pemberitaan Injil.

“Teruslah Bersekutu dan Memberitakan Injil!”

Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia
READ  3.000 Orang Hadiri Kebaktian Pembukaan Gereja di Alabama

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*