Ilustrasi. Singapura masih menjadi negara dengan investasi terbesar di Indonesia. PMA semester I-2022 berasal dari negara Singapura (6,7 miliar dolar AS). ANTARA FOTO/ Sigid Kurniawan
Yang patut disyukuri juga, capaian realisasi pada triwulan ini menyerap tenaga kerja sebesar 320.534 orang, sedangkan selama periode Januari sampai dengan Juni 2022 sebanyak 639.547 orang. Berdasarkan sektor usaha, pada semester I-2022, data realisasi investasi terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, terutama sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya, yakni sebesar Rp87,9 triliun.
Sektor lainnya sebagai penyumbang terbesar, terdiri dari sektor pertambangan (Rp68,2 triliun), transportasi, pergudangan, telekomunikasi (Rp65,1 triliun), perumahan, kawasan industri dan perkantoran (Rp51,6 triliun), dan industri makanan Rp42 triliun.
“Kontribusi sektor industri yang memberikan nilai tambah, khususnya industri pengolahan terkait hilirisasi tambang, industri makanan, industri kimia dan farmasi yang cukup signifikan terhadap angka realisasi investasi dalam beberapa kuartal terakhir merefleksikan transformasi ekonomi di Indonesia terus berlangsung. Kondisi ini sekaligus menunjukkan proses industrialisasi juga tumbuh,” kata Bahlil.
Berdasarkan sumbernya, kontribusi penanaman modal asing (PMA) pada triwulan II-2022 mencapai Rp163,2 triliun atau 54 persen dari total investasi, meningkat 39,7 persen dibanding periode yang sama di 2021. Kontribusi PMA itu tertinggi dibandingkan beberapa triwulan sebelumnya. Sedangkan, realisasi investasi dari PMA semester I-2022 sebesar Rp310,4 triliun atau 53,1 persen.
Singapura masih menjadi negara dengan investasi terbesar di Indonesia. PMA semester I-2022 berasal dari negara Singapura (6,7 miliar dolar AS), Republik Rakyat Tiongkok (3,6 miliar dolar AS), Hongkong RRT (2,9 miliar dolar AS), Jepang (1,7 miliar dolar AS), dan Amerika Serikat/AS (1,4 miliar dolar AS).
Amerika masih konsisten masuk lima besar investor asing terkait industri peleburan, seperti Freeport dan Air Products yang sudah mulai jalan di Kalimantan dan Riau. Sementara itu, kontribusi dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) di triwulan II-2022 realisasinya mencapai Rp274,2 triliun atau mencapai 28 persen dari realisasi periode sama tahun sebelumnya.
Namun begitu, Bahlil menilai, situasi perekonomian global saat ini masih diselimuti ketidakpastian, akibat konflik geopolitik Rusia-Ukraina. Pengetatan suku bunga oleh bank sentral AS juga menjadi tantangan berat bagi iklim investasi di Indonesia.
Tapi Bahlil tetap optimistis, target realisasi investasi yang diarahkan Presiden Joko Widodo sebesar Rp1.200 triliun dapat dicapai berkat sinergi bersama, antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para investor.
Bahlil juga menyebut, faktor keberhasilan investasi sampai semester I-2022 disebabkan oleh kepercayaan investor pada kepemimpinan Jokowi, kepercayaan kepada stabilititas politik, proses hukum investasi terus membaik, dan transparansi percepatan pelayanan semakin baik.
[indonesia.go.id]



Leave a Reply