Peran Ayah Dalam Keluarga Harmonis Yang Menginspirasi

/script>

“Memimpin dengan Kasih: Peran Ayah Dalam Keluarga Harmonis Yang Menginspirasi”

Jakarta, legacynews.id – Iman Kristiani menekankan pentingnya keluarga, Situasi dan kondisi dalam rumah tangga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk dan mengembangkan fondasi iman yang kokoh. Dalam pernikahan, Peran Ayah sebagai kepala rumah tangga memiliki tanggung jawab yang besar untuk memimpin dengan kasih dan memberikan teladan yang menginspirasi. tulisan ini akan mengeksplorasi pentingnya Peran Suami dalam keluarga dan memaparkan firman Tuhan yang mendukung Ayah yang Memimpin dengan penuh kasih.

  1. Peran Ayah Sebagai Kepala Rumah Tangga:

Teladan Tuhan Yesus Kristus menjadi tolok ukur bagi para-Ayah, Peran Suami sebagai kepala rumah tangga merupakan panggilan yang jelas. Rasul Paulus dalam Surat kepada Jemaat Efesus 5:23 (FAYH) “Sebab seorang suami bertanggung jawab atas istrinya, sebagaimana Kristus bertanggung jawab atas tubuh-Nya, yaitu jemaat. (Ia mengurbankan hidup-Nya sendiri untuk memelihara jemaat dan menjadi Juruselamatnya!)”.  Ayat ini menegaskan bahwa Ayah memegang tanggung jawab besar untuk memimpin keluarga dengan kasih sebagaimana Kristus memimpin gereja dengan kasih-Nya yang abadi.

  1. Teladan Kasih Agape:

Dalam memimpin keluarga, seorang Ayah harus mengambil contoh dari kasih agape Kristus. Sebagaimana yang ditulis oleh Rasul Paulus dalam, 1 Korintus 13:4-7 (FAYH) “Kasih itu sangat sabar dan baik hati, tidak pernah cemburu atau iri hati, tidak pernah sombong atau tinggi hati. Tidak pernah angkuh, mementingkan diri sendiri atau kasar. Kasih tidak ingin menang sendiri. Kasih tidak pemarah dan tidak mudah tersinggung. Kasih tidak menaruh dendam dan tidak memperhatikan kesalahan orang lain. Kasih tidak gemar akan ketidakadilan, tetapi bersukacita bilamana kebenaran menang. Kalau Saudara mengasihi seseorang, Saudara akan tetap setia kepadanya, apa pun yang terjadi. Saudara akan tetap mempercayainya, selalu mengharapkan yang terbaik dari dia, dan Saudara akan selalu membelanya.” Ayat ini sangat kuat menunjukkan panggilan untuk memimpin dengan kasih yang bertahan lama, saling menghormati, dan mementingkan kepentingan anggota keluarga lainnya, sekaligus pengorbanan.

  1. Melayani Keluarga:
READ  Peran Tokoh Agama Dalam Percepatan Pencapaian SDGs

Sebagai pemimpin rumah tangga, Ayah harus dapat melayani keluarganya sebagaimana Kristus melayani gereja. Injil Matius 20:28 (TB) mencatat, “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang.” firman ini mengingatkan bahwa Ayah harus mengambil sikap melayani yang rendah hati dan memberikan diri sepenuhnya bagi keluarga. Kondisi ini haruslah diusahakan secara terus menerus dan maksimal.

  1. Keteladanan Rohani:

Peran Ayah dalam rumah tangga juga harus menunjukkan keteladanan rohani. Paulus menekankannya dalam Galatia 5:22-23 (TB) yang menggambarkan buah Roh, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” Ayah dalam keluarga harus mengembangkan karakter rohani ini sebagai contoh bagi anggota keluarga lainnya.

Peran Ayah sekaligus suami dalam keluarga memiliki tanggung jawab yang besar untuk memimpin dengan kasih dan memberikan keteladanan rohani. Dengan merujuk pada pedoman Alkitab, kita dipanggil untuk mengikuti teladan Kristus dalam memimpin keluarga. Dalam mengemban tanggung jawab ini, Seorang Ayah yang memimpin harus mempraktikkan kasih, melayani keluarga dengan rendah hati, pengorbanan dan menunjukkan keteladanan rohani. Dengan demikian, Peran Ayah dalam keluarga dapat menjadi sebuah inspirasi yang kuat bagi keluarga dan komunitas gereja.

Pro Ecclesia Et Patria

Antonius Natan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*