Pesan Jumat Agung Mengajak Untuk Hidup Dalam Kesadaran

Peristiwa Jumat Agung adalah peristiwa yang menyakitkan namun dibalik itu adalah kisah heroik dari Tuhan Yesus Kristus. Dia menyerahkan nyawa-Nya dan mengatakan “Sudah Selesai”

Jakarta, legacynews.id – Jumat Agung menandai peristiwa krusial dalam sejarah umat Kristiani, yaitu kematian dan pengorbanan Kristus di salib. Di balik penderitaan dan pengorbanan-Nya, terdapat pesan yang menakjubkan tentang pengampunan dan keselamatan bagi kehidupan kita sebagai umat manusia. Jumat Agung bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi merupakan panggilan untuk merenungkan kembali arti mendalam dari pengorbanan Kristus.

Dalam Kitab Yohanes 3:16 dikatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Ayat ini menyatakan bahwa penderitaan Kristus dan kematian-Nya membawa keselamatan bagi umat manusia. Pengorbanan-Nya adalah ekspresi tertinggi dari kasih karunia dan pengampunan Allah kepada manusia.

Dalam Kitab Roma 5:8, tertulis, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Ayat ini menegaskan bahwa justru saat kita hidup dalam dosa, Kristus telah mati untuk memberikan pengampunan dan keselamatan bagi kita. Pesan ini menunjukkan bahwa pengampunan Allah tidak tergantung pada kelebihan atau kebaikan kita, tetapi merupakan anugerah yang diberikan melalui karya penebusan Kristus.

Jumat Agung mengajarkan kita untuk memahami makna sejati dari pengampunan dan keselamatan. Dalam Kisah Para Rasul 3:19, terdapat panggilan untuk bertobat dan berbalik kepada Allah, “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,” Peristiwa Jumat Agung mengingatkan kita akan pentingnya bertobat, mengakui dosa-dosa kita, dan menerima pengampunan yang ditawarkan melalui pengorbanan Kristus.

READ  ESENSI PENGINJILAN

Dalam kehidupan sehari-hari, pesan Jumat Agung mengajak kita untuk hidup dalam kesadaran akan kasih dan pengampunan Allah. Pengorbanan Kristus harus menciptakan dampak yang mendalam dalam cara kita hidup, bersikap, dan berinteraksi dengan sesama. Melalui pengorbanan-Nya, Kristus menunjukkan contoh yang sempurna tentang pemberian pengampunan, dan kita dipanggil untuk mengikuti jejak-Nya.

Saat perayaan Jumat Agung, mari kita merenungkan kembali pesan tentang pengampunan dan keselamatan yang datang melalui pengorbanan Kristus. Dalam Kitab 1 Petrus 2:24 diterangkan, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Semoga pesan Jumat Agung membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam akan kasih dan pengampunan Allah, serta menuntun kita menuju hidup yang lebih mengenakan nilai-nilai keselamatan.

Dengan demikian, kiranya dapat membawa refleksi yang mendalam tentang makna Jumat Agung bagi kita sebagai umat Kristen, pesan tentang pengampunan dan keselamatan yang Allah tawarkan melalui karya penebusan Kristus. Semoga juga dapat mendorong kita untuk menjalani kehidupan yang lebih dalam dalam nilai-nilai kasih dan pengampunan.

Pro Ecclesia Et Patria

Antonius Natan | Staf Ahli Ketum PGLII

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*