Suami Menjadi Ayah Yang Bijaksana dan Sayang Isteri

/script>

Jakarta, legacynews.id – Pernikahan Kristen bukan hanya ikatan sosial. Pernikahan adalah ruang ibadah. Di dalamnya, seorang suami belajar memimpin dengan hikmat, kasih, dan hormat di hadapan Tuhan.

Rasul Petrus menulis, “Demikian juga kamu, suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang” (1Ptr. 3:7, LAI TB2).

Ayat ini menegaskan empat panggilan penting. Pertama, suami harus hidup bijaksana dengan istri. Hikmat tidak lahir dari kuasa, tetapi dari kesediaan untuk memahami. Suami perlu mendengar dengan sabar, berbicara dengan jernih, dan mengambil keputusan bersama. Ia tidak boleh mengabaikan perasaan istri.

Kedua, suami harus menunjukkan kelembutan. Ungkapan “kaum yang lebih lemah” tidak berarti istri lebih rendah. Maknanya adalah panggilan untuk melindungi, mengasihi, dan tidak memakai kekerasan. Firman Tuhan berkata, “Suami, kasihilah istrimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia” (Kol. 3:19, LAI TB2).

Ketiga, suami harus menghormati istri sebagai sesama pewaris kasih karunia. Di hadapan Tuhan, suami dan istri memiliki martabat rohani yang sama. Karena itu, kepemimpinan suami harus melayani, bukan menekan. “Suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat” (Ef. 5:25, LAI TB2).

Keempat, hubungan yang sehat menjaga doa tetap terbuka. Sikap kasar, egois, dan tidak hormat dapat menghalangi kehidupan rohani keluarga. Karena itu, seorang ayah dipanggil menjadi bapa sepanjang kehidupan. Ia hadir, membimbing, melindungi, dan memberkati keluarganya.

Suami yang bijaksana membangun rumah sebagai tempat kasih bertumbuh dan iman dipelihara. Suami menjadi Ayah yang bijaksana dan sayang isteri serta Anak Anaknya.

Ayah yang menjadi Bapa Sepanjang kehidupan bagi keluarga yang harmonis dan berkemenangan.

READ  Melihat Lonjakan 50 Persen Perceraian Di Inggris

Pro Ecclesia Et Patria

Antonius Natan
Fasilitator Nasional Bapa Sepanjang Kehidupan| Ketua Komisi Infokom PGLII

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*