SAATNYA SEMUA SUKU BANGSA AKAN BERDIRI
DI HADAPAN TAKHTA ALLAH DAN ANAK DOMBA
![]()
Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” (Wahyu 7:9-10)
Kita sedang menuju kepada konsumasi/ “fulfillment” penebusan Tuhan Yesus Kristus yang sempurna. Konsumasi penebusan Kristus yang sempurna merujuk pada pemahaman bahwa karya keselamatan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus di kayu salib telah sepenuhnya memenuhi tujuan Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan maut.
Artinya penebusan yang dilakukan Kristus tidak hanya mencakup pengampunan dosa, tetapi juga pemulihan hubungan manusia dengan Allah dan pemberian hidup kekal.
Wujud konsumasi penebusan Kristus tersebut adalah sejumlah besar orang yang tak terhitung banyaknya dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa berdiri di hadapan takhta Allah dan Anak Domba.
Keempat istilah: bangsa (Yun: ethnos) merujuk entitas etnis dengan batas-batas geografis tertentu; suku (Yun: phule) merujuk pertalian secara fisik dan keturunan; kaum (Yun: laos) terkait dengan keturunan etnis yang sama; dan bahasa (Yun: glossa) berkonotasi jauh lebih luas dan merujuk suatu komunikasi linguistik.
Jadi istilah segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa merupakan gambaran semua suku bangsa. Urutan polisindetik dari empat unit etnis ini yang secara kumulatif, menekankan universalitas gereja yang kudus yang menerima keselamatan. Gereja yang kudus yaitu orang-orang yang percaya kepada Kristus dari semua suku bangsa yang akan diangkat dan yang akan selama-lamanya bersama Kristus. (bd. 1 Tes. 4:16-17).
Dalam memahami hal di atas, maka semua suku bangsa harus mempunyai kesempatan untuk mendengarkan Injil. Agar mereka dapat mendengar Injil, maka kita dipanggil untuk memberitakannya. Kita memberitakan Injil kepada semua suku bangsa.
Karena sesuai dengan Roma 10:14 “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?”
Pemberitaan Injil adalah tugas utama gereja. Jika gereja tidak memberitakan Injil itu bukanlah gereja milik Kristus.
Marilah kita terus melanjutkan untuk memberitakan InjilNya kepada semua suku bangsa.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Leave a Reply