TRANSFORMASI KARAKTER DAN PERILAKU FUNDAMENTAL

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)
Dalam ayat ini Paulus sedang membicarakan tentang “perubahan melalui pembaharuan budi”. Jika kita membaca Alkitab terjemahan King James Version diterjemahkan dengan: “be ye transformed by the renewing of your mind.” (biarlah kamu ditransformasi oleh pembaharuan pikiranmu)
Kata “berubahlah”, tepatnya “diubah” atau “ditransformasi” (Yun: metamorphoō) yang dimaksud dalam ayat ini adalah berbicara tentang perubahan fundamental yang diharapkan pada kehidupan orang percaya. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan kata ini oleh Penginjil Matius dan Markus untuk transfigurasi Yesus. (lih. Mat. 17:2; Mar. 9:2)
Meskipun kedua penginjil ini berbeda pendapat dalam mengatakan bahwa wajah dan pakaian-Nya lah yang bersinar, namun keduanya dengan jelas menyatakan bahwa “Yesus berubah rupa di depan mata mereka.” Hal ini menggambarkan sebuah perubahan total terjadi atas diri Yesus. Seluruh tubuh-Nya menjadi bersinar (translucent), yang maknanya tidak akan dapat dipahami oleh para murid.
Dari pemahaman transfigurasi Yesus, kita memahami pengertian diubah atau ditransformasi dalam Roma 12:2 ini. Singkatnya, bahwa transformasi yang diharapkan adalah suatu transformasi karakter dan perilaku yang fundamental, menjauh dari standar dunia yang gelap, dan menjadi serupa dengan Kristus sendiri.
Lalu bagaimana transformasi itu terjadi? Jawab Paulus, “biarlah kamu ditransformasi oleh pembaharuan pikiranmu.” Meskipun Paulus tidak menjelaskan bagaimana pikiran kita diperbarui di sini, namun kita dapat mengetahui melalui tulisan-tulisannya yang lain bahwa pembaruan tersebut terjadi melalui kombinasi Roh Kudus dan Firman Allah.
Tentu saja, regenerasi oleh Roh Kudus mencakup pembaruan setiap bagian dari kemanusiaan kita, yang telah ternoda dan terdistorsi oleh kejatuhan dalam dosa, dan tentunya termasuk pikiran kita. Dan Firman Tuhan menjadi patokan kebenaran yang menjadi dasar transformasi itu. Maka, inilah tahapan transformasi kehidupan kita: pertama, pikiran kita diperbarui oleh Firman dan Roh Allah; kemudian kita mampu membedakan dan menginginkan kehendak Allah; dan kemudian kita semakin diubahkan olehnya.
Hanya orang yang hidup dalam Tuhan Yesus Kristus akan mengalami transformasi karakter dan perilaku yang fundamental oleh Firman dan Roh Kudus.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia
READ  Betapapun Bersalahnya; Gereja Menerima Untuk Pemulihan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*