Apa Gunanya Mengaku Injili; Tapi Tidak Beritakan Injil?

/script>

1 Korintus 9:16 (TB)  Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

Berapa kali, sebagai orang Kristen Injili, menyebut nama Yesus dalam satu hari?

Dan dalam situasi apakah nama Yesus diucapkan?

Apakah menyebut nama Yesus sebagai “gumaman” kebiasaan ataukah ditujukan kepada orang lain?

Apakah menyebut nama Yesus hanya ditujukan di kalangan umat Kristen saja ataukah justru kepada mereka yang non Kristen?

Sesuai isi Alkitab, setiap pengikut Kristus yang mengaku “percaya”, apapun aliran gerejanya, ia adalah garam dan terang dunia, ia diberi Amanat Agung untuk beritakan Injili.

Dan itu adalah tugas dan panggilan mulia setelah diselamatkan, berani beritakan Injil.

Maka apa gunanya mengaku Injili, tapi tidak beritakan Injil!?

Apakah sedang melayani di gereja Injili?

Lembaga Injili?

Pelayanan Injili?

Dan memegang suatu posisi jabatan di situ?

Jika ya, tentu di mana pun ia berada, itu adalah waktu ia memberitakan (menceritakan) siapakah Yesus Kristus itu?

Negeri di mana ia berada tentu akan mendengar nama Yesus Tuhan dan Juruselamat!

Sebaliknya, mengaku Injili tetapi perilakunya tidak beritakan Injili, atau ketika berada di lingkungan yang berbeda, mulutnya hilang keberanian beritakan Injil.

Apa gunanya?

Salam Injili 

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

READ  Injil Bukan Kacang Ajaib

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*