Memilih Dalam Mendisiplinkan Anak yang Pemberontak

/script>

Sebagai orang tua, menghadapi anak yang selalu melawan dan membantah bisa menjadi suatu tantangan yang menantang. Disiplin yang konsisten merupakan hal yang penting dalam mendidik anak, namun juga penting untuk memahami bagaimana menemukan pilihan dalam mendisiplinkan anak tanpa merusak hubungan orang tua dan anak.

Jakarta, legacynews.id – Sebagai seorang Konselor, penting untuk mengingatkan bahwa kasih sayang merupakan akar dari setiap tindakan dalam mendisiplinkan anak. Perkataan orang tua hendaknya membawa kesejukan dan kedamaian. Pelukan tulus membuat anak menjadi luluh. Perkataan kasar apalagi ejekan, cemooh akan membuat anak menjauh dan semakin berontak. Berikut adalah beberapa solusi yang dapat membantu dalam mengatasi situasi ini:

Doa: Doakan anak-anak Anda secara rutin, minta petunjuk dan kebijaksanaan dalam mendidik mereka. Dalam doa, minta juga agar hati anak membuka diri terhadap iman dan belas kasih Kristus.

Berikan teladan yang baik: Tunjukkan sikap yang diharapkan dari anak-anak. Perkataan dan perbuatan yang menunjukkan kepedulian dan belas kasih. Kelilingi mereka dengan contoh positif dan ajak mereka terlibat dalam aktivitas yang mendorong pertumbuhan spiritual dan emosional.

Kesempatan untuk pertobatan: Ingatkan anak-anak bahwa kesalahan adalah kesempatan untuk bertobat dan belajar. Ajak mereka untuk sama-sama belajar dari kesalahan dan memperbaiki sikap.

Konsistensi dalam batasan: Tetap teguh pada aturan yang telah ditetapkan, namun berikan pemahaman yang mendalam mengenai alasan di balik aturan tersebut. Jelaskan implikasi dari tindakan mereka dan berikan konsekuensi yang tepat.

Komunikasi yang efektif: Buatlah waktu untuk mendengarkan perspektif anak dan jaga komunikasi terbuka dengan mereka. Jaga intonasi dalam berbicara, pilihan kata-kata menjadi penting. Situasi menjadikan anak semakin sensitif terhadap bahasa tubuh, pandangan mata, apalagi ucapan-ucapan. Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan apa yang mereka pikirkan dan rasakan.

READ  Anak-Anak Hancur Saat Pernikahan Telah Berakhir

Perhatikan kebutuhan emosional: Ketika anak merespons dengan pertentangan, perhatikan apakah ada kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. Bisa jadi mereka memerlukan perhatian ekstra atau pemahaman atas perasaan mereka.

Saat menghadapi anak yang selalu melawan dan membantah, ingatlah bahwa kesabaran dan kasih sayang merupakan kunci utama. Jadilah teladan yang kuat, dan tetaplah bersandar kepada Tuhan Yesus Kristus dalam menghadapi tantangan mendisiplinkan anak. Dengan pelukan tulus, waktu, usaha, doa, dan kasih, hubungan dengan anak akan tumbuh lebih kuat, sementara kasih dan penerimaan secara sukacita akan menuntun mereka pada jalan yang benar.

Pro Ecclesia Et Patria

Antonius Natan | Dosen STT LETS | Fasilitator Bapak Sepanjang Kehidupan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*