Ayah Alkoholik & KDRT; Apa Yang Harus Aku Lakukan?

/script>

Sebagai seorang anak yang telah dewasa dan memiliki pengalaman tindakan kekerasan dari seorang ayah alkoholik, memaafkan tidaklah mudah. Namun, memaafkan merupakan langkah penting dalam proses penyembuhan emosional dan mental. 

Jakarta, legacynews.id – Berbagai peristiwa silih berganti dari tahun ke tahun, saya acapkali mendengarkan orang tua mencemaskan anak-anak mereka yang terpengaruh dengan minuman keras, mabuk-mabukan yang berujung dengan perkelahian atau tindak kejahatan. Namun tak jarang juga anak-anak mengeluh karena Ayah mereka tak kunjung bertobat, semakin hari semakin menggila dengan alkohol dan kehilangan kontrol serta semakin suka memukul semua orang yang ada dalam rumah (KDRT). Sebagai konselor, berikut adalah beberapa solusi untuk membantu agar anak-anak dapat memaafkan Sang Ayah:

Terima dan proses emosi Anda: Penting untuk mengakui dan memproses emosi yang muncul akibat tindakan kekerasan yang dialami. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menulis jurnal, berbicara dengan orang yang dipercayai, atau mencari bantuan konselor profesional. agar dapat memulai mengendalikan diri dan membangun kepercayaan diri sendiri. Dan bangkit dari keterpurukan.

Kembangkan kesadaran spiritual: Dalam konteks iman kristiani, memperdalam hubungan dengan Tuhan melalui doa, saat teduh, dan pembacaan Alkitab dapat memberikan kedamaian dan panduan dalam proses pemulihan. mendekatkan diri kepada Tuhan agar memperoleh kekuatan dan pertolongan-Nya

Pelajari tentang pengampunan: Sesuai iman Kristiani, pengampunan merupakan sebuah langkah penting dalam membebaskan diri dari beban dendam dan ketidakbahagiaan. Memahami dan melakukan proses pengampunan serta belajar bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi kunci dalam proses memaafkan ayah. Alkitab mengajarkan tentang hukum kasih, namun kita harus melakukannya, memang tidak mudah untuk mengasihi orang yang seharusnya menjadi pelindung malah menjadi perongrong dan perusak. Jika respons terhadap firman Tuhan dengan melakukannya, maka Tuhan sendiri akan memberikan kemampuan untuk berbagi kasih dan mengampuni.

READ  Percakapan Yang Melegakan Beban

Latih rasa empati: Cobalah untuk memahami bahwa ayah yang alkoholik juga manusia yang rentan terhadap masalah kesehatan mental dan emosional. Mencoba melihat masalah dari sudut pandang ayah dapat membantu dalam proses pemahaman dan penerimaan. Mulailah berkomunikasi, tidak menggurui namun saling membuka diri, agar kepahitan dan kegetiran hidup disalurkan melalui kegiatan positif.

Ambil langkah kecil menuju pertobatan: Mulailah dengan mengambil langkah kecil untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan ayah, jika memungkinkan. Hal ini bisa dimulai dengan bertemu secara terbatas dan berdamai dalam hati. Sahabat-sahabat dapat menolong, Anda harus memulai menemukan kelompok sel dalam gereja untuk Anda dan Ayah agar memiliki teman ‘curhat’ dan berbagi beban. Jika memungkinkan hubungi Gerakan Bapa Sepanjang Kehidupan (BSK) agar bersama mengikuti program pemulihan dan menjadi Ayah yang berubah. dan anak yang terlepas dari masalah emosional dan mental.

Buat batasan sehat: Meskipun proses memaafkan penting, namun pastikan untuk tetap menjaga diri dengan membuat batasan yang sehat dalam hubungan dengan ayah. Ini bisa termasuk membatasi interaksi jika diperlukan demi keamanan dan kesejahteraan Anda.

Yang terpenting, proses memaafkan adalah perjalanan pribadi yang membutuhkan waktu dan kesabaran. Saya mendorong Anda untuk mencari bantuan dari konselor di gereja, temukan kelompok sel di gereja yang dapat mendukung dan bergabung dalam Gerakan Bapa Sepanjang Kehidupan (BSK) agar dapat menjalani proses penyembuhan Anda dan Ayahanda. Dengan dukungan yang tepat, dapat menemukan kekuatan untuk menghadapi masa lalu dan kembali ke jalan kesembuhan. Tuhan memberkati dan memberikan kekuatan kepada Anda dalam perjalanan ini.

Pro Ecclesia Et Patria

Antonius Natan | Dosen STT LETS | Fasilitator Bapak Sepanjang Kehidupan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*