Berpegang Teguh Pada Keyakinan

/script>

Roma 4:21 (TB) “dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan”.

Seorang kawan, hamba Tuhan yang melayani di gereja Pentakosta, berkata: “Haleluyah, saya Pantekosta tulen!

Dan memang benar, sejauh mengenalnya ia hamba Tuhan Pantekosta (Pentakosta) yang berpegang teguh pada keyakinan imannya pada gereja Pentakosta.

Keyakinan pada penghayatan iman pada aliran denominasi gereja sangat wajar, meski ada yang berpendapat banyaknya aliran gereja adalah potret perpecahan.

Adalah penting jika seseorang berpegang teguh di mana ia berdiri?

Seorang pemimpin gereja akan berkata: “Saya Katolik tulen!“; “Saya Ekumenikal tulen“; “Saya Ortodoks tulen!”; “Saya Baptis tulen!“; Saya juga berkata: “Saya Injili..!“.

Pernyataan-pernyataan seperti ini wajar saja untuk kepastian “di posisi mana ia berdiri?”.

Berpegang teguh pada keyakinan atas aliran gereja adalah penting, karena hal itu menjadi ciri dan keyakinan seseorang bahwa “inilah yang saya percaya dan di sinilah rumah saya tempat membangun pertumbuhan iman dan pelayanan!”.

Berada di suatu aliran gereja membuat seseorang siap berjuang menjaga penghayatannya.

Pindah-pindah aliran gereja jika jika bukan karena penghayatan, tetapi ingin diterima dan diakui, bahkan ingin numpang hidup, akan kehilangan pegangannya.

Bukankah berpegang teguh dalam iman kepada Kristus adalah mutlak?

Meski berada di kalangan agama yang berbeda, pergaulan dunia yang sangat jauh dari Kristus, imannya akan tetap dipegang teguh!

Salam Injili 

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

READ  Gereja Frazer Montgomery Meninggalkan 'United Methodist Church'

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*