B O S A N

/script>

“Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, …” Keluaran 32:1 (TB)  

Sesuatu yang dilakukan terus menerus atau berulang-ulang kerap mendatangkan rasa bosan.

Begitu juga menunggu sesuatu yang belum terjadi selalu membosankan.

Ketika bangsa Israel beranggapan Musa telah mengundur-undur waktu turun dari gunung, bangsa Israel menjadi bosan dan akhirnya membentuk allah buatan sendiri.

Banyak orang menjadi bosan jika melakukan hal sama, lalu menjadi jenuh dan akhirnya kinerja merosot.

Hal seperti ini jika tidak disadari makna tugas dan panggilan Kristus, akan menimbulkan rasa bosan karena tidak sesuatu yang baru.

Banyak pelayan Kristus terperangkap pada sikap bosan atas apa yang selalu dikerjakan.

Akibatnya kejenuhan datang seperti jaring yang mengikat tubuh tak berdaya.

Ada banyak teori cara menghindari rasa bosan. Gembiralah agar tidak bosan

Salam Injili.

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

READ  Petrus Gugup Ketika Ditanya Hubungannya Dengan Yesus

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*