Panggilan Pemulihan Negeri Tidak Hanya Bagi Hamba Tuhan

/script>

… dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari surga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. ( 2 Tawarikh 7 : 14 )

Jakarta, legacynews.id – Ayat ini sering dibacakan dan didengar, tetapi apakah ayat ini bermakna bagi Anda? Setiap Firman Tuhan yang disampaikan tidak terbuang sia-sia atau tanpa makna. Tahun 2003 ayat di atas menjadi ayat sentral tatkala Jaringan Doa Nasional (JDN) mendeklarasikan Transformasi Bagi Bangsa Indonesia, kemudian dilanjutkan National Prayer Conference dengan momentum Doa Bagi Bangsa tanggal 5 Mei 2005 yang dimotori Rachmat Manullang, Daniel Pandji, Cecilia Sianawati, Tony Mulia, Andreas Soestono, Martin Harefa, Charles Jonan, Iman Santoso dll. dilanjutkan dengan World Prayer Assembly 2012 dan tahun 2022 dimana Indonesia menjadi pusat kegerakan doa. Indonesia merupakan Jaringan Doa yang terbaik menjadi panutan seluruh dunia. Doa yang didukung Aras-aras Gereja Nasional. Transformasi tidak berhenti melainkan berproses terus hingga kini.

Ayat di atas memiliki makna bahwa Tuhan memberikan standar baku bagi suatu pemulihan negeri. Pemulihan negeri dan merupakan tanggung jawab Orang Kristen. Panggilan pemulihan negeri tidak hanya diperuntukkan bagi Hamba Tuhan, tetapi panggilan juga ditujukan kepada semua orang Kristen. Mari bersama untuk saling menguatkan dan memberi semangat agar terjadi gerakan berbalik dari yang jahat dan mencari wajah Tuhan dengan berdoa sambil merendahkan diri?

Di lingkungan gereja ada Hamba Tuhan yang memiliki peranan besar, tetapi bagaimana di lingkungan dunia usaha? Tentu lingkungan bisnis merupakan bagian yang harus diperhatikan agar gerakan ini menjadi “sempurna”. Itulah tugas orang Kristen atau kaum awam yang berada di dunia usaha, sebagai profesional atau pengusaha, menerangi dan menggarami.

Kaum awam yang berkarya sebagai karyawan maupun profesional serta pengusaha tidak sekadar bertanggung jawab terhadap target yang ingin dicapai atau mencari keuntungan bagi perusahaan semata-mata. Namun juga bertanggung jawab dan berperan sebagai Imam dan Raja. Peranan inilah yang menjadikan “umat Tuhan” berbalik dari jalan-jalannya yang jahat dan tentu saja berujung kepada pemulihan negeri. Kita merindukan negara adil dan makmur sebagaimana yang dicita-citakan pendiri Republik Indonesia, dan dapat diwujudkan karena kaum awam bertindak. Agar makna ayat tersebut dapat dijabarkan, mari kita perhatikan hal-hal sebagai berikut:

READ  Pancasila & Keberagaman: Fondasi Kekuatan Bangsa Indonesia

 

Umat-Ku

Siapakah yang disebut umat-Nya? Tentu saja mereka adalah orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Mereka yang melakukan ritual ibadah sesuai dengan ajaran gereja dan Firman Tuhan, dan mengerjakan keselamatan melalui perbuatan baik.

Tatkala iman bertumbuh menjadi dewasa, karakter semakin positif; ini terlihat dari perilaku dan tindakan yang menunjukkan kasih, damai, tulus dan penolong. Umat ini ditandai sebagai umat yang gemar berdoa. Umat yang mengenal Tuhannya secara baik dan benar.

 

Merendahkan Diri

Sebagai penganut Kristus, sebagian orang bangga akan gereja di mana yang bersangkutan beribadah. Akan tetapi orang Kristen sering terperangkap dalam jebakan penafsiran teologi dan dogma terkadang juga liturgi. Melalui refleksi ini mari kita saling menghormati pemahaman dan penghayatan Firman Tuhan dari setiap gereja. setiap gereja memiliki panggilan dan keunikan sesuai pelayanannya.

Kita juga memahami setiap orang memiliki panggilan hidup yang berbeda, tentu gereja juga memiliki panggilan pelayanan yang berbeda. Dengan keberagaman tersebut kita melihat kasih Tuhan begitu melimpah. Sudahkah kita rendah hati menurut ukuran Tuhan? Gereja menjadikan doa sebagai pusat kegiatan yang menumbuhkembangkan iman yang diaplikasikan dalam kehidupan yang rendah hati dan menghayati hidup sebagai anugerah.

 

Berdoa dan Mencari Wajah-Ku

“Berdoa dan mencari wajah Tuhan” seakan tidak mungkin dilakukan. Mustahil manusia mencari wajah Tuhan. Memang seakan mustahil, tetapi doa memiliki rumusan yang sederhana seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Mungkin waktu di sekolah minggu diajarkan berdoa tutup mata dan lipat tangan. Dengan tujuan agar anak-anak lebih fokus. saat ini jika kita memiliki kerinduan berbicara kepada Bapa di Surga dapat mengikuti apa yang Tuhan Yesus ajarkan dalam Injil Matius 6:6 tersebut

READ  Joel Edwards Dikenang Sebagai Pemimpin Evangelis Yang Rendah Hati

Sehingga kita tidak mempersoalkan cara atau gaya doa. Liturgi dan dogma diciptakan agar membantu kita fokus kepada tujuan. Saat ini kita perlu menguji diri apakah kita bisa berdoa dan berbicara kepada Bapa? Dengan komunikasi tentu kita dapat memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam kehidupan kita. Gereja hidup karena ada doa dalam pertumbuhannya, doa menjadi nafas bagi gereja dan jemaat.

 

Berbalik dari Jalan yang Jahat

Dengan kita mengerti kehendak Tuhan, kita dapat berjalan sesuai tuntunan Tuhan. Ada kemampuan, kesanggupan dan pertolongan Tuhan dalam setiap tindakan kita. Dengan pertolongan Tuhan kita berbalik dari jalan yang salah.

Kita memerlukan tujuan yang jelas. Dengan jalan yang benar serta arah yang sesuai dan waktu yang tepat, kita mendapatkan hasil yang benar. Jalan hidup sudah ditetapkan Tuhan dan kita perlu berada di tempat yang benar dan waktu yang tepat. Bagaimana mengetahuinya? Kembali lagi kepada rumusan. Harus berkomunikasi dengan Bapa di Surga melalui doa. Karena dengan berdoa kita memahami kehendak Tuhan dan dimampukan Tuhan berbalik dari jalan-jalan yang salah. Kebenaran meninggikan derajat bangsa, meninggikan derajat gereja dan meninggikan derajat jemaat.

 

Mendengar dari Surga dan Mengampuni Dosa Mereka

Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi senantiasa memperhatikan dan mengawasi umat-Nya akan memiliki belas kasihan kepada umat yang meminta pertolongan dan berbalik dari jalan yang jahat. Mata Tuhan melihat dan Tuhan mendengarkan keluhan yang tulus dan menguji hati dan pikiran.

Kerendahan hati, tekad dan keberanian kita menghadap Tahta Suci membuat Tuhan berbelas kasihan dan memberikan keselamatan. Melalui doa, komunikasi antara manusia dan Sang pencipta terjalin sehingga hubungan manusia dengan Tuhan dipulihkan.

Kesatuan dalam doa yang diselenggarakan oleh Jaringan Doa Nasional bersama Aras-aras Gereja nasional membawa kesehatian dan keharmonisan dalam kehidupan bergereja hingga masa pandemi Covid-19 mewabah dunia.

READ  Hancurnya Keyakinan Alkitabiah Dari Orang Kristen Lahir Baru

Doa kesatuan dan doa korporat tetap perlu diselenggarakan, dan terus berlangsung. dari berbagai kota berkumpul hingga berbagai negara menaikkan doa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan. memohon belas kasih Tuhan untuk bangsa Indonesia dan orang orang yang membutuhkannya. Tuhan mengampuni Umat yang datang kepadaNya.

 

Memulihkan Negeri Mereka

Tuhan memiliki kepentingan membela umat-Nya. Karena begitu besar kasih Bapa kepada dunia, sehingga DIA mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, agar setiap orang yang percaya memperoleh hidup kekal. Janji ini berlaku untuk umat-Nya yang di bumi.

Kita masih berada di bumi dan Tuhan akan memenuhi janji kepada umat tebusan-Nya. Berkat-berkat-Nya akan mengalir melalui umat yang percaya. Tanah, tumbuhan akan menghasilkan sesuatu yang baik dan berguna. Tanah yang subur akan memberikan kemakmuran. Namun Pandemi Covid-19, bencana alam dan perubahan iklim tetap terjadi. Sesuai ekosistem yang terbentuk oleh alam. Tetapi perlindungan Tuhan tetap nyata. Ada Kronos atau waktunya Tuhan membuat badai pandemi akan berhenti. pemulihan terjadi tatkala gereja Tuhan dipulihkan.

Takut akan Tuhan akan terjadi dalam dunia usaha, pemerintahan, birokrasi, politikus. anak-anak Tuhan mengalami pemulihan iman dan percaya. Gereja-gereja mengalami pembaharuan. Saat ini adalah saat yang tepat untuk semua orang percaya bergerak, berdoa dan mengambil peranan masing-masing. orang orang Kristen yang dipulihkan akan membawa perubahan bagi bangsa.

Gereja Tuhan dipenuhi kemuliaan Tuhan, damai sejahtera Tuhan mengalir, semuanya menciptakan stabilitas politik, ekonomi, keuangan dan hubungan antara manusia menjadi harmonis. Melalui doa, berkat-berkat dicurahkan bagi anak-Nya, bagi komunitas dan bahkan bagi bangsa. Doa kesatuan dan doa korporat dilangsungkan agar Tuhan memulihkan bangsa Indonesia.

Menghayati makna ayat ini, mari kita yang berdiri sebagai kaum awam, yang bekerja sebagai karyawan, profesional maupun pengusaha, milikilah peranan strategis yang mampu mengubah suatu negeri. Mari bangkit, miliki peranan Imam dan Raja. Membangun tanah air Indonesia. Nama Tuhan dimuliakan.

Pro Ecclesia Et Patria

Antonius Natan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*