/script>
Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: “Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.” Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus. Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. (Yudas 1:18-20)
Di masa-masa akhir ini tidak jarang kita menemui berbagai hal yang berlawanan dengan prinsip-prinsip kekristenan: terhadap world view, moral etik dan nilai-nilai Kristen.
Sekarang begitu populernya pemikiran naturalistik/atheistik, yang menekankan bahwa semua realitas adalah hanya dalam pengertian naturalistik, tidak ada hubungannya dengan Tuhan, sehingga banyak orang bersikap atheistik. Juga paham pluralisme, yang tidak menerima satu kebenaran yang absolut.
Semua agama bahkan aliran kepercayaan sekalipun memiliki kebenaran dan hal itu seimbang. Selain itu pengaruh kekuatan informasi visualistik yang hampir merajai semua informasi yang dibutuhkan manusia. Contohnya youtube, instagram, tik tok dlsb yang menjadi alat untuk mengukur suatu informasi dengan ukuran penerimaan masyarakat umum di dunia maya, melalui viewer, follower dan seberapa viralnya. Demikian pula dengan budaya yang semakin kehilangan nilai keluhuran. Hal yang tabu dan memalukan bukan menjadi pertimbangan utama dalam masyarakat. Orang yang membuat hoax, pornoaksi, korupsi, pemimpin masyarakat yang tidak kredibel, dlsb, tidak terlalu dipermasalahkan masyarakat.
Ayat-ayat dari Yudas ayat 18-19 sangat relevan dengan keadaan kita sekarang. Ayat-ayat tersebut telah menggambarkan keadaan yang dihadapi kekristen menjelang akhir zaman. Adanya pengejek-pengejek, orang hidup dalam hawa nafsu fasik, pemecah belah dan hidup dalam kesesatan duniawi. Inilah bentuk perlawanan dunia terhadap kebenaran.
Bagaimana sikap orang-orang percaya? Dalam ayat 20, Yudas menuliskan, “… bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci” Kata membangun disini secara literal berarti membangun dengan menambahkan pada fondasi/dasar bangunan (as adding to the foundation of a building). Orang Kristen, bangunlah dirimu di atas imanmu dan berdoalah. Iman yang paling suci adalah tentang kualitas iman yang sesungguhnya, yang bukan sekedar hanya pengakuan, tetapi benar-benar berasal dari hati, bahwa ia benar-benar beriman kepada Tuhan Yesus. Kemudian “berdoalah dalam Roh Kudus.” Berdoa dalam Roh Kudus adalah berdoa dalam pimpinan Roh Kudus, dimana mata memandang kepada Tuhan Yesus. Berdoa dalam Roh Kudus adalah:
- Kita melihat dalam kebenaran Kristus yang berdiam dalam hati kita. Karena Firman Tuhan sudah tertanam dalam hati kita. Hal itulah yang menguatkan dan memberi hikmat.
- Kita melihat kedaulatan Tuhan. Kita percaya kepada kemahakuasaan Tuhan. Juga kita mengetahui bahwa Tuhanlah yang mengontrol segala sesuatu, dan segala peristiwa yang terjadi adalah terjadi dalam kehendakNya.
- Kita beriman akan melihat apa yang Tuhan Yesus akan selesaikan dalam semua persoalan yang kita hadapi. Juga yang dihadapi oleh gereja dan masyarakat.
Dalam keadaan-keadaan yang kita hadapi sekarang, mari kita terus hidup benar-benar dalam iman kepada Kristus dan tekun untuk berdoa.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply