BERGEMBIRA DALAM PEKERJAAN

/script>
Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?” (Pengkhotbah 3:22)
Sepanjang manusia menjalani kehidupannya, manusia akan diperhadapkan dengan aktifitas bekerja. Jika ada pertanyaan bagi orang Kristen mengapa mereka bekerja? Maka paling tidak ada 3 jawaban:
  1. Karena Allah bekerja sampai saat ini, maka kita mengikuti teladan Pencipta kita. Ia mencipta, Ia memelihara dunia ini dan Ia menyelamatkan manusia;
  2. mandat budaya, bahwa manusia menaklukkan serta menguasai bumi dan ciptaan (Kej. 1:28);
  3. (Negatif), karena manusia telah jatuh ke dalam dosa, dari sebab itu manusia harus mengusahakan tanah yang terkutuk untuk kebutuhan hidupnya. (Kej. 3:17-19)
Dalam Pengkhotbah 3:22 di atas Salomo menjelaskan bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia daripada bergembira dalam pekerjaannya. Bekerja dengan semangat dan antusias adalah hal yang bernilai dalam kehidupan manusia.
Bagi orang yang tidak semangat bekerja atau bahkan tidak mau bekerja ia akan mengalami konsekuensi mengalami kemiskinan dan kekurangan. (Amsal 24:30-34) Dan juga Paulus mempunyai pandangan yang negatif terhadap orang yang tidak mau berkerja, ia menyamakan mereka yang “tidak bekerja” dengan orang yang tidak hidup menurut ajaran sehat. (2 Tes. 3:6-8)
Bagi orang Kristen, kegembiraan dalam bekerja atau bekerja dengan penuh semangat dan antiusias bukanlah karena bersumber hanya dari diri kita sendiri, tetapi terutama dari Allah yang mengaruniakan.
Dalam Yesaya 40:28-31 “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN itu Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terselami pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi letih lesu dan taruna-taruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Ada begitu banyak pekerjaan yang dipercayakan Tuhan kepada kita, orang-orang yang percaya. Salah satu di antaranya adalah menuntaskan Amanat Agung Tuhan Yesus. Kita perlu mengikuti teladan Tuhan Yesus selama ia berada di dunia, yaitu menyelesaikan pekerjaan BapaNya.
Kata Yesus kepada mereka: ‘Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan *menyelesaikan pekerjaan-Nya*.’” (Yoh. 4:34)
Marilah kita bekerja menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus dengan gembira, semangat dan antusias.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia
READ  APA INGIN MENJANGKAU MEREKA YANG BELUM PERCAYA?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*