BERSAKSI DENGAN BENAR TENTANG YESUS

/script>
Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya. (Yoh. 10:41,42)
Tanda-tanda mukjizat memang sering menyertai pemberitaan Injil. (bd. Markus 16:15-18) Namun harus disadari bahwa dalam pemberitaan Injil yang terutama adalah berkata-kata atau berbicara tentang Injil.
Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi terakhir dalam rangkaian nabi-nabi Perjanjian Lama yang tercatat menyampaikan nubuat kedatangan Tuhan Yesus. Ia adalah nabi terakhir sebelum kelahiran Yesus, yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya, bahkan yang menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang menghapus dosa dunia.
Yang menarik tentang Yohanes Pembaptis, bahwa ternyata ia tidak membuat satu tanda ajaib pun. Oleh karena itu ia tidak menjadi besar dan terkenal karena tanda-tanda ajaib. Namun dalam catatan Alkitab, Yesus menyebut dia sebagai “manusia yang terbesar” yang dilahirkan oleh perempuan. (Mat. 11:11) Hal lain yang menarik adalah prinsip hidupnya: “Ia (Yesus) harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. (Yoh. 3:30).
Pelayanan Yohanes Pembaptis yang dinubuatkan Yesaya adalah sebagai “suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” (Mat. 3:3) Hal ini tergenapi dalam pelayanan Yohanes Pembaptis. Walaupun ia tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang Yesus adalah benar.
Marilah kita mengutamakan bersaksi dengan benar tentang Yesus. Melalui pemberitaan Injil orang mendengar tentang siapa Yesus, sehingga mereka menjadi percaya.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia
READ  KRITIK ATAS ISTILAH SUARA KENABIAN

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*