KARENA DIBERI CUMA-CUMA,
BERIKANLAH JUGA CUMA-CUMA
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang yang sakit kulit/kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, berikanlah pula dengan cuma-cuma. Matius 10:8 (TB2)
Di dunia ada ungkapan “No Free Lunch” (tidak ada makan siang gratis). Artinya, mustahil mendapat sesuatu tanpa adanya imbalan. Apakah hal no free lunch juga terjadi di kalangan umat Kristen? Di dalam pelayanan gereja? Atau, di pemberitaan Injil?. Jawabnya tentu saja tidak ada dan tidak akan pernah ada. Sejauh yang diketahui belum ada.
Ketika Yesus memberi perintah kepada para murid-murid-Nya agar mereka pergi memberitakan Kerajaan surga sudah dekat, setidaknya ada 4 tugas yang tidak biasa, dan yang tidak dapat dilakukan siapa saja, yaitu:
- Sembuhkan orang sakit;
- Bangkitkan orang mati;
- Tahirkan orang sakit kulit;
- Usir setan-setan.
Seluruh tugas ini tidak pernah dapat diperoleh dengan uang, dengan belajar di sekolah teologi, atau karena rajin pergi ke gereja. Tugas-tugas ini hanya dapat dilakukan ketika seseorang hidup di dalam Kristus dan menerima kuasa untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut.
Karena itu, istilah No Free Lunch sebenarnya hanya berlaku di antara orang-orang yang tidak mengenal Kristus, yang selalu bekerja dengan prinsip segala sesuatu itu, ya apa saja, harus mendapat imbalannya. Orang-orang yang seperti ini, ya yabg sekuler itu, tidak akan melakukan hal-hal mulia jika tidak mendapat imbalannya. Syukurlah, karena seluruh orang Kristen, ketika dipanggil dan diutus Kristus akan melakukannya dengan hati dan kekuatannya secara cuma-cuma. Bangga nian menjadi orang Kristen itu! Karena diberi cuma-cuma, berikanlah juga cuma-cuma!.
Salam Injili,
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketua MAPER PGLII
Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply