/script>
Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:43)
Dalam kekristenan, penggambaran tentang kehidupan orang yang percaya kepada Yesus setelah kematiannya adalah sangat jelas. Selain orang percaya akan mengalami hidup yang kekal bersama dengan Allah setelah parousia (kedatangan Kristus kedua), orang percaya juga akan mengalami hidup bersama Yesus sesaat sesudah kematiannya hingga sebelum ia dibangkitkan.
Tempat dimana orang percaya berada sesudah kematiannya diilustrasikan sebagai Firdaus. Sebagaimana ayat di atas ketika Yesus menanggapi permintaan seorang penjahat yang percaya yang disalibkan bersama Yesus: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Dia menjawab: “… hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
Jawaban Yesus ini melampaui apa yang diminta, karena menjanjikan kepada penjahat ini bahwa hari ini juga ia akan menikmati persekutuan dengan Yesus Kristus di Firdaus. Ilustrasi tentang Firdaus di sini menggambarkan tentang tempat yang menerima jiwa-jiwa orang benar yang telah meninggal.
Firdaus disini adalah Firdaus yang tersembunyi yang juga disebut “intermediate state”. Dengan demikian, disimpulkan bahwa janji kepada penjahat ini melambangkan hak istimewa, yaitu peneguhannya menjadi rekan Mesias di tempat Sang Mesias berada.
PB secara konsisten menggambarkan persekutuan dengan Kristus setelah kematian sebagai pandangan khas Kristen tentang intermediate state. Penggambaran persekutuan dengan Kristus setelah kematian nampak dalam peristiwa Stefanus berdoa menjelang kematiannya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” (Kis. 7:59) Paulus menuliskan juga: “Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus itu memang jauh lebih baik…” (Fil. 1:23) Tidak ada dalam pandangan Kristen, bahwa setelah orang percaya meninggal rohnya masih gentayangan, bahkan masih dapat berkomunikasi dengan orang yang masih hidup.
Oleh karena itu betapa bahagianya orang percaya memiliki kehidupan kekal bersama Yesus. Persekutuan dengan Tuhan Yesus Kristus selama ia hidup di dunia ini akan berlanjut di Firdaus sesudah kematian dan tidak ada masa terputus, serta masih terus berlanjut hingga ia dibangkitkan dengan tubuh kebangkitan untuk bersekutu denganNya dalam hidup yang kekal. Puji Tuhan!
Dengan pemahaman ini, marilah kita terus memberitakan Injil kepada mereka yang belum percaya, supaya mereka percaya dan menerima Yesus sebagai juru selamatnya, sehingga mengalami hidup yang kekal pula.
“Teruslah Bersekutu dan Memberitakan Injil!”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Leave a Reply