Dikenal Oleh Allah Berdasarkan Kitab Suci; Pentingkah?

/script>

“Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Matius 7:23 (TB)

Jakarta, legacynews.id – Pernyataan ini menunjukkan bahwa tidak semua orang yang mengaku percaya atau melakukan pekerjaan besar dalam nama Tuhan benar-benar dikenal oleh Allah. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting: apa yang sebenarnya dimaksud dengan dikenal oleh Allah? Kata “mengenal” (γινώσκω, ginōskō) berarti mengetahui dengan cara yang intim dan personal. Ini menunjukkan bahwa dikenal oleh Allah melibatkan hubungan yang mendalam dan personal dengan-Nya. Dikenal oleh Allah berdasarkan Kitab Suci menjadi pentingkah? taruhannya Kerajaan Surga!

Memahami konsep dikenal oleh Allah sangat penting bagi setiap orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Ini bukan hanya tentang melakukan tindakan lahiriah atau pelayanan yang besar, tetapi tentang memiliki hubungan yang intim dan sejati dengan Tuhan. Mengetahui kriteria dan kompetensi ini dapat membantu kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah dan memastikan bahwa kita benar-benar dikenal oleh-Nya.

Yesus mengajarkan bahwa seseorang dikenal dari buah yang dihasilkannya. Dalam Matius 7:17-20, Yesus menggunakan analogi pohon dan buah untuk menggambarkan bagaimana kehidupan seseorang dapat dinilai. “Demikian juga, setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, tetapi pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.” Matius 7:17 (TB). Ini menunjukkan bahwa kehidupan yang benar di hadapan Tuhan akan menghasilkan buah yang baik.

Buah yang baik mencerminkan kehidupan yang benar di hadapan Tuhan, bukan sekadar tindakan lahiriah tetapi hati yang sungguh-sungguh taat kepada-Nya. Sebaliknya, buah yang buruk menunjukkan kehidupan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Meninggalkan dosa, karakter, perilaku dan sifat yang diperbaharui dengan menunjukkan buah Roh seperti Galatia 5:22-25 (TB): “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh”.

Implikasi dari pemahaman ini bagi kehidupan Kristen adalah bahwa seorang pengikut Kristus harus berfokus pada pengembangan karakter dan kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani. Ini berarti harus mengalami proses perubahan dengan memilih berusaha untuk menghasilkan buah yang baik dalam segala aspek kehidupan, baik dalam hubungan dengan sesama maupun dalam hubungan dengan Tuhan.

READ  Pancasila Sebagai Landasan Integritas Kepemimpinan

Tidak Cukup Hanya Melayani dan Mengerjakan Perkara Besar (Matius 7:21-22)

Yesus memperingatkan bahwa tidak semua orang yang berseru kepada Allah atau melakukan pekerjaan besar dalam nama Tuhan Yesus akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Matius 7:21 (TB) “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Ini menunjukkan bahwa pelayanan dan mukjizat bukanlah jaminan bahwa seseorang dikenal oleh Allah.

Pelayanan dan mukjizat dapat dilakukan tanpa hubungan yang sejati dengan Tuhan. Yang menentukan adalah apakah seseorang sungguh-sungguh melakukan kehendak Bapa. Ini berarti bahwa tindakan lahiriah harus disertai dengan ketaatan dan hubungan yang intim dengan Tuhan.

Contoh dalam Alkitab yang menggambarkan perbedaan ini adalah kisah Saul dan Daud. Saul adalah raja yang melakukan banyak tindakan besar, tetapi hatinya tidak sepenuhnya taat kepada Tuhan. Sebaliknya, Daud dikenal sebagai “orang yang berkenan di hati Tuhan” karena ketaatannya dan hubungannya yang intim dengan Tuhan.

Perbedaan Berjumpa dengan Tuhan, Mengenal Tuhan, dan Dikenal oleh Tuhan

  • Berjumpa dengan Tuhan: Bisa terjadi dalam pengalaman rohani, seperti Paulus yang berjumpa dengan Yesus di jalan ke Damsyik (Kisah Para Rasul 9:3-6). Namun, perjumpaan ini tidak otomatis berarti seseorang mengenal Tuhan secara mendalam.
  • Mengenal Tuhan: Mengenal Tuhan berarti memiliki hubungan yang intim dengan-Nya, seperti yang dijelaskan dalam Yohanes 17:3: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”
  • Dikenal oleh Tuhan: Ini adalah tingkat tertinggi, di mana seseorang bukan hanya mengenal Tuhan tetapi juga diakui oleh-Nya sebagai anak-Nya. Dalam Matius 7:23, Yesus menolak mereka yang tidak dikenal oleh-Nya, menunjukkan bahwa hanya mereka yang sungguh-sungguh hidup dalam kehendak-Nya yang akan diterima.
READ  Pernikahan Kembali Setelah Perceraian Dalam Pandangan Kristen

Contoh dari Alkitab yang menggambarkan perbedaan ini adalah kisah Maria dan Marta. Marta sibuk melayani Yesus, tetapi Maria memilih untuk duduk di kaki-Nya dan mendengarkan ajaran-Nya. Yesus memuji Maria karena memilih “bagian yang terbaik” (Lukas 10:38-42), menunjukkan pentingnya hubungan yang intim dengan Tuhan.

Ketiga konsep ini saling terkait dan membentuk perjalanan rohani seseorang. Berjumpa dengan Tuhan adalah awal dari hubungan, mengenal Tuhan adalah proses pendalaman hubungan, dan dikenal oleh Tuhan adalah hasil dari hubungan yang sejati dan ketaatan kepada-Nya.

Dikenal oleh Allah bukanlah tentang tindakan lahiriah atau pelayanan yang besar, tetapi tentang hubungan yang intim dan sejati dengan Tuhan. Kita dikenal oleh Allah berdasarkan buah yang kita hasilkan, bukan hanya melalui pelayanan atau mukjizat. Penting untuk memahami perbedaan antara berjumpa dengan Tuhan, mengenal Tuhan, dan dikenal oleh Tuhan.

Sebagai orang Kristen, dipanggil untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah dan memastikan bahwa benar-benar dikenal oleh Allah. Ini berarti setiap umat kristiani harus berfokus pada pengembangan hubungan yang intim dengan Tuhan dan menghasilkan buah yang baik dalam kehidupan pribadi. Dengan demikian, dapat yakin bahwa sebagai umat dan pelayan-Nya dikenal oleh Allah dan akan diterima dalam Kerajaan-Nya.

Pro Ecclesia Et Patria 

Antonius Natan | Dosen | Fasilitator Bapa Sepanjang Kehidupan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*