DOA YANG BENAR DINAIKKAN DALAM KEKUDUSAN

/script>
“Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar. Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan. Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.” Mazmur 66:18-20 
Kita telah memahami tentu ada kaitannya antara doa dan kekudusan. Karena dalam Yesaya 59:1-2 “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”
Pemazmur tentu berpikiran seperti yang dikatakan Yesaya, sehingga ia mengatakan: Jika aku memperhatikan kejahatan dalam hatiku, aku tahu benar bahwa Tuhan tidak akan mendengarkan aku.
Pengertian “memperhatikan kejahatan di dalam hati saya” adalah jika saya berpikir bahwa kejahatan itu baik, jika saya menyukainya, jika saya menuruti keinginan hati untuk berbuat jahat, dan jika saya membiarkan diri saya hidup dalam lumpur kejahatan dan enggan berpisah dengannya, maka Allah tidak akan mendengar doa, tidak akan menerima doa, juga tidak akan senang dengan doa, dan saya tidak dapat mengharapkan jawaban dari doa saya.
Keberanian datang dan berdoa kepada Allah tentunya dilandasi dengan kekudusan. Kebebasan hati dari dosa dan kejahatan memberikan keberanian datang kepada Allah dan berdoa. Karena dalam 1 Yohanes 3:21-22 ditegaskan, “Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”
Jalan untuk dibebaskan dari dosa dan kejahatan adalah melalui karya penebusan Tuhan Yesus Kristus. Orang yang berada di dalam Kristus, dosanya telah dihapuskan. 1 Yohanes 3:6 “Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.”
Allah mendengarkan doa yang dinaikkan dalam kekudusan.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”

 

READ  Gereja Tanpa Teologi; Teologi Tanpa Allah

Pdt. Tommy Lengkong, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*