GEN-Z TUNJUKKAN IDENTITAS ASLINYA SECARA TERBUKA,
BEDA DENGAN GENERASI UBAN YANG TUTUPI IDENTITAS TUANYA
![]()
Yesaya 46:4 (TB2) “Sampai masa tuamu Aku tetap sama dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. ….”
Salah satu karakter Gen Z dan Alpha adalah “inovatif”, “kebebasan” dan “keterbukaan”. Dunia tercengang ketika melihat bagaimana Gen Z di berbagai negara yang semula tidak diperhitungkan bangkit dan melakukan perubahan untuk suatu masa depan. Hal yang sangat kental di Gen Z dan Alpha adalah jujur terhadap dirinya sendiri. Dalam hal bersosial karakteristik (social characteristic) Gen Z mampu menunjukkan sifat, watak dan perilaku yang adaptatif dalam lingkungan masyarakat yang berbeda dan tetap pada pada sifat orisinalitasnya.
Menjadi berbanding terbalik dengan generasi yang jauh di atas Gen Z. Mengapa untuk hal yang sangat lumrah, generasi senior malah menutupi keaslian rambutnya? Padahal, jika rambut orang dewasa yang semakin tua, memiliki arti:
- Uban bisa menjadi tanda jasa dari sistem imun tubuh.
- Setiap helai rambut uban adalah sejarahwan rambut secara biologis.
- Uban buat diri stress namun terjadi dalam proses yang panjang, ketika folikel telah kehilangan pigmen. Hal itu wajar seiring kulit yang keriput.
- Membenci uban adalah sikap yang keliru, karena uban justru melindungi bahwa evolusi diri memang terjadi dengan baik dalam diri, dari muda menjadi tua, dari belum memahami menjadi sangat bijak dalam usianya.
Nabi Yesaya mengatakan bahwa Allah yang disembah Israel, adalah Allah yang telah berjanji bahwa disepanjang kehidupannya, yaitu sampai masa tuanya dan putih rambutnya, Allah tetap bersamanya. Ketika masih muda Allah berjalan bersamanya, namun ketika Israel semakin tua dan putih rambutnya, Allah tetap bersamanya yaitu dengan menggendongnya. Berbahagialah setiap orang yang jika sudah waktunya rambutnya memutih, menunjukkan kesempurnaan penyertaan Allah yang Imanuel. Gen-Z tunjukkan identitas aslinya secara terbuka, beda dengan generasi uban yang tutupi identitas tuanya.
Salam Injili,
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketua MAPER PGLII
Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Leave a Reply