GEREJA BERBINIS ATAU BISNIS GEREJA?

/script>

Matius 16:18 (TB2) “…dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Bukan mengada-ada jika banyak gereja saat ini lebih mengutamakan hiburan, tepatnya gereja yang digerakkan oleh hiburan. Ibadah-ibadah di gereja tidak lagi berbasis doktrin pengajaran yang Alkitabiah tetapi khotbah-khotbah yang berisi janji keberhasilan, kesuksesan, nubuat, mujizat dan pengalaman-pengalaman supernatural.

Para petugas layan tampil seperti bintang-bintang pop. Gereja menjadi ajang mencari bisnis di sesama anggota jemaat, dan gereja dijadikan dijadikan ajang bisnis. Ingin dapat uang? Keluarkan modal yang memadai, gedung dan fasilitas yang nyaman maka keuntungan secara finansial akan diperoleh.

Hampir tidak lagi dikenal apa yang disebut perintisan, pos PI, bakal jemaat sebagai bakal berdirinya suatu gereja lokal. Semakin besar modal yang dikeluarkan, pengkhotbah, musisi, penyanyi yang berlatar belakang sekuler, maka sebanyak jemaat yang akan berkumpul. Karena itu mendirikan gereja baru masa kini tidak lagi begitu sulit, meski saat berdiri berdampingan dengan gereja sesinode atau gereja yang telah berdiri lama di wilayah tersebut.

Ruang untuk mencari partner bisnis di gereja kadang sangat subur. Meski kelak, ketika bisnis tidak sukses gereja yang harus menanggung masalahnya, pertengkaran, ngambek tidak mau melayani atau keluar!

Betapa malangnya jika gereja yang didirikan tidak sesuai dengan maksud Yesus Kristus saat mendirikan gereja, yaitu alam maut tidak menguasainya. Bandingkan, jika suasana hiburan saja sudah menguasai gereja, dikuasai bisnis, dan gereja menjadi ajang bisnis, dimanakah posisi ucapan Yesus di Matius 16:18. Gereja berbisnis atau bisnis gereja?

Sepertinya perlu ingat juga, 7 gereja di Asia (Kitab Wahyu) yang diperingatkan Allah untuk bertobat, tetapi tidak mau bertobat kini tinggal puing-puing kehancuran. Hmmm jika mau cari keuntungan finansial gereja bukan tempatnya.

READ  Mengajak Generasi Muda Untuk Mencintai Musik Tradisional

 

Salam Injili,

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketua MAPER PGLII

Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*