/script>
Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. (Yohanes 6:35)
Segala sesuatu yang kita inginkan dalam kehidupan kita, kita dapat temukan dengan melihat kepada Yesus Kristus Juruselamat kita.
Ketika Yesus berkata “Akulah roti hidup” (Yun: ego eimi ho artos thes zoes), Ia menunjuk dirinya dan mengatakan, ‘jika engkau menginginkan makanan rohani dalam kehidupanmu, maka lihatlah Aku dan hanya Aku, karena Aku adalah Roti Hidup itu.’ Ucapan Yesus ini adalah salah satu yang menunjukkan bahwa Ia adalah pemenuh segala hal yang kita butuhkan untuk kehidupan kita, khususnya yang berkaitan dengan hal spritual.
Dalam PL, bangsa Israel, umat Allah sangat meyakini bahwa Allah pemenuh seluruh kebutuhan hidup mereka. Pemerliharaan Allah atas kehidupan seluruh umat Israel adalah nyata dalam keseharian mereka.
Dalam PB, Yesus mengulangi kembali bahwa Ia adalah pemenuh kebutuhan spritual manusia.
Ungkapan Yesus: “ego eimi” dihubungkan dengan perkataan Tuhan sendiri kepada Musa, ketika Musa meminta Tuhan memberikan namaNya. Ia menjawab dengan berkata (dalam Septuaginta), “ego eimi ho on” artinya secara hurufiah: “Aku adalah Aku”, dalam pengertian “Aku adalah satu Pribadi yang ada”. (Kel. 3:14).
Yesus menempatkan diri pada sebutan bagi Allah yang terkenal ini, ketika Ia berkata kepada orang-orang Yahudi, “Sebelum Abraham ada/jadi, ‘Aku telah ada’.” (ego eimi) (Yoh. 8:58).
Oleh karena itu, apabila Allah dalam PL adalah pemenuh kebutuhan bangsa Israel, yakni umat Allah, maka bagi kita saat ini Yesus adalah pemenuh seluruh kebutuhan spiritual kita. Kebutuhan yang paling utama adalah keselamatan kekal. Keselamatan kekal itu bukan hanya dibutuhkan kita saja, tetapi setiap manusia. Itulah sebabnya kita harus terus memberita Injil.
Teruslah Bersekutu dan Memberitakan Injil!”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply