![]()
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” Matius 5:6 (TB2)
Khotbah Yesus di Bukit mengajarkan bagaimana cara hidup para pengikut-Nya di masa itu, tetapi juga di masa kini dan di masa yang akan datang.
Ajaran Yesus antara lain, “jadilah garam dan jadilah terang dunia” suatu ajaran yang dalam, aplikatif dan menjadi dasar kesaksian iman Kristen di dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa.
Karena itu, seharusnya setiap orang Kristen menyadari bahwa dirinya adalah benteng pertahanan Kekristenan dengan kokoh pada posisi sebagai garam dan terang Kristus di dunia in
Ketika saya, kita dan Anda gagal mempertahankan benteng Kekristenan itu, maka Bapa di surga tidak dipermuliakan.
Ini bukan soal gelar, soal jabatan apalagi kekuasaan, tetapi sadar hidup Anda adalah benteng Kekristenan yang tidak boleh runtuh.
Salam Injili.
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia




Leave a Reply