Kekristenan Tidak Dijalani Secara Humanistik; Tetapi Spiritual

/script>

Yohanes 4:23 (TB2) Namun, saatnya akan tiba dan sudah tiba sekarang bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Di Kitab Perjanjian Baru selalu menekankan pola hidup orang percaya adalah, hidup di dalam Rohhidup di dalam kepenuhan Roh Kudus.

Siapa yang memiliki Roh Kristus ia memiliki Kristus. Sebaliknya siapa hidup di dalam daging ia merupakan seteru Allah.

Dari semua yang tertulis di Perjanjian Baru, sangat jelas orang Kristen yang telah diselamatkan oleh Kristus pasti hidup di dalam Roh dan bukan hidup dalam daging.

Maka dengan demikian Kekristenan tidak dijalani secara humanistik tetapi secara spiritual, meski manusia itu terdiri dari tubuh, jiwa dan roh.

Orang Kristen tidak akan memoles atau mengutamakan semua yang bersifat humanis semata alias kejasmanian belaka, tetapi spiritual, yang menyembah Allah dengan roh dan kebenaran itulah yang menjadi penting.

Salam Injili 

Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.

Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

READ  Menikmati Hadirat Allah Atau Menikmati Musik?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*