Yohanes 14:6 (TB2) Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.
Konsekuensi seseorang hidup dalam kebenaran ia kehilangan banyak kawan-kawannya. Mengapa begitu?
Di luar Yesus tidak ada kebenaran. Kebenaran hanya bersumber dari Yesus, diluar Yesus kebenaran itu semu tanpa pijakan. Siapapun yang ingin memiliki kebenaran, ia harus hidup di dalam Yesus. “Yesus adalah kebenaran“. Karena itu, setiap orang yang hidup di dalam Yesus hidup dalam kebenaran. Yesus memisahkan kebenaran dengan orang-orang yang tak percaya pada-Nya. Siapa hidup dalam kebenaran ia menjadi berbeda jauh dengan orang-orang yang tidak mengenal dan tidak mengakui Yesus. Nah, mungkinkah kawan-kawan yang menentang Yesus dapat berkawan akrab dengan orang yang hidup dalam kebenaran? Jawabnya tidak!
Orang-orang Kristen yang hidup dalam Yesus dan kebenaran Yesus, mustahil sembunyikan identitas sebenarnya. Begini, mungkinkah seseorang yang hidup dalam kebenaran, hanya disimpan di dalam hatinya sendiri? Tentu tidak bukan? Seseorang yang hidup dalam kebenaran, ia akan berbicara dalam kebenaran Kristus, ia bersikap sesuai kebenaran. Hal itu membuat yang menentang Yesus tidak menyukai orang Kristen yang menjalani hidupnya sesuai kebenaran Yesus.
Meskipun orang Kristen yang hidup dalam kebenaran bergaul dengan yang berbeda, menjadi Yunani kepada orang Yunani, namun dalam hal kebenaran apa mungkin bergaul dengan agama Islam lalu menjadi orang Islam? Tentu tidak! Hanya kepada orang-orang sekuler yang berupaya moderat di ruang publik akan banyak kawan. Tetapi menjadi garam dan terang Kristus tidak mungkin ditutupi dibawah gantang toleransi.
Salam Injili,
Pdt. DR. Ronny Mandang, MTh.
Ketua MAPER PGLII
Majelis Pertimbangan – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply