“sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan” (Efesus 4:13-14)
Kedewasaan rohani harus dialami oleh setiap orang Kristen. Kedewasaan rohani sangat dibutuhkan agar kehidupan mereka benar-benar memiliki karakter Kristus. Orang-orang yang telah mengalami hidup baru dan diselamatkan melalui percaya kepada Tuhan Yesus, akan mengalami proses pertumbuhan menuju kepada kedewasaan rohani. Proses ini akan berlangsung secara terus menerus sepanjang hidupnya.
Proses menuju kedewasaan rohani seseorang membutuhkan perubahan hidup secara radikal dari berpusat pada egonya kepada menyenangkan dan menaati Tuhan. Tanda-tanda nyata dari seseorang yang bertumbuh dalam kedewasaan rohani antara lain adalah ia memiliki karakter Kristus; ia hidup oleh iman dalam Kristus yang teguh; ia memiliki kesetiaan dan kegigihan untuk melayani Tuhan dan memberitakan Injil, sehingga banyak jiwa-jiwa yang datang kepada Kristus.
Orang Kristen yang mengalami kedewasaan rohani akan memiliki karakter Kristus. Seorang murid Kristus harus memiliki pertumbuhan karakter yang serupa dengan Kristus. Karena seorang Kristen harus mampu memperkenalkan Kristus kepada dunia melalui karakter Kristus yang termanifestasi dalam diri orang Kristen tersebut, contohnya ia hidup dalam kasih.
“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:34-35).
Orang Kristen yang mengalami kedewasaan rohani akan hidup oleh iman dalam Kristus yang teguh. Hidup dalam iman yang teguh sangat penting dalam kehidupan orang percaya di tengah-tengah dunia yang gelap ini. Oleh sebab itu, seorang yang mengaku sebagai orang percaya harus mengalami kedewasaan rohani, ia akan hidup dalam iman yang teguh.
“Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.” (Kolose 1:23)
Seorang pengikut Kristus yang mengalami kedewasaan rohani akan memiliki kesetiaan dan kegigihan dalam pelayanan dan pemberitaan Injil.
“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” (1 Korintus 15:10)
“Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” (1 Korintus 9:16)
Perubahan dan hidup dalam kedewasan rohani akan mendorong seseorang untuk melayani dan memberitakan Injil dengan setia dan gigih.
“Teruslah Bersekutu dan Memberitakan Injil!”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia

Leave a Reply