/script>
Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, Efesus 1:15-16
Jika kita memperhatikan tulisan-tulisan Rasul Paulus terdapat dua frasa yang perlu dibedakan yaitu iman kepada Kristus (bd. Gal. 2:16) dan iman dalam Tuhan Yesus. Kita tidak hanya beriman kepada Kristus, tetapi iman kita harus berada dalam Kristus.
Iman kepada Kristus (Yun: eis kriston) menjelaskan bahwa Yesus sebagai obyek iman orang percaya, sedangkan iman dalam Tuhan Yesus (Yun: en to kurio iesou) memiliki pengertian:
- Kristus menjadi seperti satu tempat atau wadah dimana iman itu diletakkan. Hal ini menggambarkan tentang kokohnya/teguhnya iman seseorang bukan karena orang itu, tetapi karena Kristus merupakan dasar yang teguh, yang tidak berubah dan yang dapat diandalkan.
- Dalam 1 Kor 3:11, Rasul Paulus mengatakan, Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
- Iman dalam Tuhan Yesus juga dapat berarti, personal relationship. Yesus digambarkan sebagai ruang dimana iman kita berada. Artinya Pribadi orang percaya bersekutu atau berada atau tinggal dalam Tuhan Yesus.
Dalam Yoh 15:5, Tuhan Yesus berkata, Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Dalam tulisan-tulisannya, Paulus lebih banyak menggunakan “iman dalam Kristus”. Dan dalam Efesus 1:15-16 di atas Paulus tidak berhenti mengucap syukur karena iman mereka dalam Tuhan Yesus, yaitu iman yang diletakkan pada Kristus, sebagai dasar yang teguh, serta iman yang memiliki personal relationship sebagai orang percaya dengan Kristus.
Keteguhan iman seseorang bukan saja karena orang itu beriman, tetapi karena imannya diletakkan di atas dasar yang tidak berubah dan dapat diandalkan, yaitu Yesus Kristus, serta ia senantiasa memiliki relasi intim bersekutu dan tinggal di dalam Tuhan Yesus.
“Teruslah bersekutu dan memberitakan Injil !”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply