Indonesia Bisa Menjadi Host Piala Dunia U-20

<

Stadion Gelora Sriwijaya bersama 5 stadion di pulau Jawa dan Bali akan menjadi tempat berlangsungnya Piala Dunia U-20. ANTARA FOTO/ Nova Wahyudi

Pemerintah RI Serius

Indonesia bisa menjadi host Piala Dunia U-20 edisi ke-23 itu setelah terpilih lewat Sidang Dewan FIFA di Shanghai, Tiongkok, 24 Oktober 2019. Indonesia menyisihkan kandidat-kandidat lainnya seperti Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Brasil, Peru, Myanmar, dan Thailand.

Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara setelah Malaysia di 1997 atau negara ketujuh di Asia yang menggelar ajang ini. Semula, direncanakan diadakan di 2021. Namun, karena tingginya kasus Covid-19, pada 24 Desember 2020 FIFA memutuskan untuk menundanya ke 2023.

Sebagai tuan rumah, Indonesia pun sudah mengajukan enam stadion di enam kota untuk menggelar pertandingan dan telah disetujui oleh FIFA. Seperti tertuang di dalam Instruksi Presiden nomor 8 tahun 2020, keenamnya yaitu Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat Bandung (Jawa Barat), Stadion Manahan Solo (Jawa Tengah). Kemudian Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya (Jawa Timur), Stadion I Wayan Dipta Gianyar (Bali), dan Stadion Gelora Sriwijaya Palembang (Sumatra Selatan).

Keseriusan pemerintah tak sampai di situ saja. Presiden Joko Widodo pun memerintahkan kepada menteri-menterinya untuk merenovasi keenam venue tadi.  Ini agar layak menjadi lokasi merumputnya para wonderkid dari lima benua. Hal itu terungkap dari rapat kabinet terbatas soal pesiapan Piala Dunia U-20 2023 yang diadakan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Mengutip pernyataan Presiden, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan, menteri-menteri terkait diminta untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan tersebut. “Presiden meminta kami segera memperbaiki karena ada batas waktu, kira-kira Oktober akan dilihat oleh FIFA,” ujar Menpora yang juga Ketua Pelaksana Panitia Nasional Piala Dunia U-20 2023 (INAFOC).

READ  Maskot Hara dan Wara Simbol Pantang Menyerah dan Mandiri

Menpora mencontohkan bahwa Stadion Manahan yang semula sudah disiapkan, namun dalam beberapa waktu juga dipakai untuk dua turnamen pramusim. Keduanya, Piala Menpora dan Piala Presiden dijadikan sebagai pemanasan seluruh klub nasional menjelang kompetisi Liga 1 musim 2022-2023. Stadion ini juga sempat dipakai sebagai venue ASEAN Paragames 2022 serta menjadi kandang klub Persis Solo, peserta Liga 1 musim ini.

Permintaan ini turun setelah adanya masukan dari FIFA usai melakukan inspeksi di enam stadion, 8-17 Juni 2022 lalu. Ketika itu, satu delegasi mini dipimpin Direktur Kompetisi Usia Muda FIFA, Roberto Grassi menengok persiapan fisik stadion. Seperti dikutip dari website Sekretaris Kabinet, FIFA menemukan masih adanya sejumlah kekurangan yang harus segera dilengkapi, seperti kondisi infrastruktur yang masih perlu diperbaiki dan masih minimnya kelengkapan peralatan penunjang.

Kejutan FIFA

Kendati demikian, Grassi melihat kesungguhan Indonesia sebagai tuan rumah karena seluruh pemangku kepentingan mendukung penuh perhelatan dua tahunan tersebut. Ia bahkan turut mengunggah foto-foto kondisi stadion yang dikunjungi ke akun media sosialnya di Twitter. “Kami akui ada banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan meski kami lihat segala sesuatunya mulai menjanjikan. Kami yakin dapat menghadirkan sebuah perhelatan yang luar biasa di Indonesia,” ucapnya seperti dikutip dari website FIFA, 17 Juni 2022.

Sebuah kejutan pun diberikan pihak FIFA tepat di perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77 tahun, 17 Agustus 2022 lalu. Federasi yang berkantor pusat di Zurich, Swiss itu mengumumkan lambang resmi Piala Dunia U-20 2023. Lambang tersebut didominasi warna merah, putih, biru, kuning, emas, dan ungu yang membentuk trofi Piala Dunia U-20.

Dikutip dari situs resmi FIFA, lambang tersebut terinspirasi warna bendera Indonesia. Warna emas menunjukkan kekayaan alam di perut Indonesia dan warna biru yang seperti aliran air mencerminkan Indonesia sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut serta cermin dari warna pada batik.

READ  Tantangan APBN Dalam Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur

Kemudian kuning melambangkan energi para pemain dan penonton untuk meramaikan event ini. Terakhir adalah warna ungu pada tulisan “U-20 World Cup Indonesia 2023” yang menunjukkan unsur alfabet sansekerta warisan budaya Nusantara di masa lampau.

“Selain menjadi kesempatan yang tepat untuk menunjukkan semangat sepak bola Indonesia kepada dunia, menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 juga akan membantu mengembangkan olahraga di tanah air. Akan ada warisan infrastruktur yang signifikan yang akan bermanfaat bagi sepak bola di Indonesia di tahun-tahun mendatang,” ujar Direktur Turnamen FIFA Jaime Yarza.

Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Maaike Ira Puspita yang mendampingi tim kecil FIFA mengaku sudah tidak sabar untuk segera menghadirkan suguhan berkelas dunia dari 24 tim nasional usia muda di Indonesia. PSSI siap mengajak masyarakat berduyun-duyun memenuhi stadion untuk mendukung skuad Garuda Muda dan menonton seluruh timnas dari 24 negara yang bertanding.

Ini akan menjadi kesempatan besar bagi Indonesia menunjukkan kepada dunia bagaimana masyarakatnya begitu mencintai sepak bola dan itu siap dibuktikan kurang dari satu tahun ke depan. Selamat datang Piala Dunia U-20 di Nusantara!

[indonesia.go.id]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*