/script>
JIKA HIDUP ADALAH KRISTUS,
SEPADANKAH DENGAN APA YANG KITA KERJAKAN?
“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.” (Filipi 1:21-22)
Seseorang yang memahami nilai hidupnya ia akan sangat mempertimbangkan hal-hal apa saja yang pantas dan tidak pantas yang akan mengisi kehidupannya. Jika seseorang menyadari bahwa hidupnya sangat bernilai ia tidak akan mengisi hidupnya dengan hal-hal yang sia-sia. Hal ini nampak dalam kehidupan Rasul Paulus. Ketika Paulus mengatakan bahwa hidup adalah Kristus, ia menegaskan bahwa hidupnya mempunyai nilai tertinggi, maka selain mati adalah keuntungan, juga selama ia masih hidup dalam tubuhnya, ia melakukan pekerjaan yang berbuah. Perkerjaan yang berbuah dari istilah (Yun) “karpos ergou” mengandung dua pengertian, yaitu: pekerjaan yang tidak sia-sia atau pekerjaan yang sepadan dengan nilai hidupnya.
Bagi Paulus, hidup adalah Kristus maka ia mengisi hidupnya dengan pekerjaan yang tidak sia-sia. Ia akan “all out” berperan dalam memajukan kepentingan Kristus di dunia. Namun di sisi lain, hidup adalah Kristus, maka apa yang ia kerjakan haruslah sepadan dengan nilai hidup adalah Kristus.
Bagi kita juga, hidup adalah Kristus maka kita harus all out dalam pemberitaan Injil Kristus ke seluruh dunia. Inilah adalah pekerjaan yang berbuah, pekerjaan yang tidak sia-sia. Demikian pula, jika hidup kita adalah Kristus, maka bagi kita tekun dalam memberitakan Injil itu adalah pekerjaan-pekerjaan yang sepadan dengan nilai hidup adalah Kristus. Jika hidup adalah Kristus, sepadankah … ?
“Teruslah Bersekutu dan Memberitakan Injil!”
Pdt. Tommy Lengkong, MTh.
Ketum PGLII – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia


Leave a Reply