
Jakarta, legacynews.id – Suatu siang teman saya menelepon, ternyata putra bungsunya terkena musibah, menabrak pengendara motor yang keluar jalur dari arah berlawanan dan langsung tewas di tempat. Persoalan menjadi rumit karena putranya tersebut didapati dalam keadaan mabuk sepulang pesta bersama teman-teman kampus.
Tentu saja putranya tersebut ditahan polisi untuk dimintai keterangan. Sebagai orang tua yang tidak pernah bersentuhan dengan kantor polisi, ia menjadi panik dan khawatir. Teman ini berkata, berapa pun harga yang harus dibayar dia rela, asal anaknya dibebaskan dari segala tuntutan. Saya mengatakan sebaiknya ikuti prosedur hukum dan tentunya berdoa meminta pertolongan dan kekuatan dari Tuhan.
Teman saya rela berkorban harta agar anaknya bebas dari tuntutan dan tidak rela anaknya masuk penjara. Setelah saya renungkan perbuatan orang tua kepada anaknya, peristiwa ini memiliki kemiripan dengan pengorbanan Yesus di kayu salib untuk umat manusia.
Bapa di Surga rela memberikan darah dan nyawa anaknya agar kita beroleh keselamatan dan tidak masuk dalam api neraka. Teladan ini pula menjadi inspirasi dalam pelayanan di Marketplace (dunia usaha). Kondisi kepedulian juga seharusnya dalam kondisi lainnya, Ayah berperan dan berfungsi mendidik dan menjaga agar anak takut akan Tuhan, keluarga dibina sehingga membentuk keluarga harmonis dan saling mendukung.
Banyak sekali orang Kristen datang ke gereja mendengarkan khotbah bahwa agar kita berbuat baik, peduli terhadap sesama, berkorban dan sebagainya, tetapi pada kenyataannya tatkala berada di rumah atau kantor atau dalam bisnis seakan pesan khotbah di gereja tidak relevan dan sulit diterapkan.
Dalam bisnis siapa cepat dia dapat, siapa yang memiliki siasat jitu dia yang untung. Kalau berkorban berarti mengalami kerugian. Apakah ajaran Kristiani menjadi penghalang dalam dunia usaha? Persoalannya iman selalu dikalahkan oleh logika dan filosofi. Diperlukan respons yang benar terhadap situasi dan kondisi. Mari mulai untuk saling peduli, saling menjaga dan saling menghormati. kita harus cepat berbalik menuju jalan yang benar, agar kesempatan tidak terhilang. berkorban adalah bagian dari kasih. Hari ini miliki konsep berkorban adalah karunia, anugerah dan berkat.
Kaum Awam Diperlengkapi Untuk Pekabaran Injil
Tatkala kita memiliki iman percaya kepada Tuhan Yesus, Tuhan memberikan hikmat. Perlu disadari, takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Solusi dan jalan yang kita lalui berdasarkan inspirasi yang Tuhan berikan melalui doa maupun perenungan akan Firman Tuhan.
Jalan keluar selalu tersedia, dan Tuhan juga memperlengkapi dengan kemampuan bertahan dan memiliki hati berkorban. Kaum Awam Diperlengkapi oleh gereja untuk tugas mulia yaitu Pekabaran Injil
Teladan Paulus kepada Jemaat di Galatia “tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku…”. Kalimat ini menjadi inspirasi bagi kita untuk meningkatkan kapasitas Kristiani agar perbuatan baik, peduli terhadap sesama dan berkorban menjadi bagian dalam hidup keseharian.
Apa yang dikorbankan? Bukan sekadar uang, tetapi waktu dan pikiran untuk membawa berita keselamatan bagi sesama dan memimpin sesama untuk masuk dalam keselamatan di lingkungan korporasi, dunia usaha, dunia kampus dan dalam kantor pemerintahan dimanapun.
Peranan Imam dan Raja bukan karena jabatannya direktur atau jabatan tinggi lainnya, tetapi bagi orang yang mencari kehendak Tuhan, bagaimana memperkenalkan Juruselamat kepada rekan kerja, atasan, bawahan bahkan kepada suplier, vendor atau siapapun.
Sama seperti kisah diatas orang tua rela berkorban bagi anaknya, kini saatnya bersediakah kita mengorbankan waktu, tenaga maupun dana untuk kebaikan? berkorban untuk orang lain, mengikuti pesan dari Yakobus 1:27 Ibadah yang murni dan tidak tercela di hadapan Allah dan Bapa kita adalah mengunjungi anak-anak yatim piatu dan janda-janda dalam penderitaan mereka, dan menjaga dirinya sendiri supaya tidak dicemari oleh dunia.
Pasti ada maksud Tuhan Anda berada di suatu kantor atau dalam bisnis tertentu. Mari aktivasi diri kita dan jalan akan terbuka. Mari lakukan bakti sosial, mengikuti pelayanan misi, pengobatan gratis bagi kaum marjinal. beritakan kabar kebenaran kepada dunia.
Bangkitnya dunia usaha dalam meraih peranan Imam dan Raja, menjadi garam dan terang dimanapun. Mampu berbuat baik, peduli dengan lingkungan dan bersahabat dengan tetangga. Bersatu dan memberitakan Injil.
Hidup tidaklah sekedar untuk diri sendiri, tetapi hidup yang juga peduli dengan orang lain. Hidup yang melayani sesama. hidup yang memiliki arti dan keteladanan.
Pro Ecclesia et Patria
Antonius Natan | Staf Ahli Ketum PGLII




Leave a Reply